Puluhan Ribu Ton Sapi Hidup Impor Masuk RI Jelang Iduladha 2026
Menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriyah yang jatuh pada 27 Mei 2026, Indonesia kedatangan puluhan ribu ton sapi jantan hidup impor. Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat bahwa total impor sapi jantan hidup pada April 2026 mencapai 20,9 ribu ton dan keseluruhannya berasal dari Australia.
Impor Sapi Jantan Hidup Meningkat
Deputi Bidang Metodologi dan Informasi Statistik BPS, Pudji Ismartini, menyatakan bahwa impor sapi jantan hidup pada bulan April 2026 mencapai angka 20,9 ribu ton dengan nilai US$ 76,5 juta. Fakta menariknya, semua sapi tersebut berasal dari Australia. Sementara untuk kambing hidup, BPS mencatat bahwa tidak ada satupun impor yang masuk ke Indonesia pada bulan yang sama.
Daging Sapi dan Inflasi
Sebagai komoditas yang penting menjelang Hari Raya Iduladha, daging sapi memiliki dampak signifikan terhadap kenaikan harga atau inflasi, khususnya pada kelompok pengeluaran makanan, minuman, dan tembakau. Pada bulan Mei 2026, kelompok tersebut mengalami inflasi sebesar 1,43% secara tahunan, dimana daging sapi menyumbang sebesar 0,04%.
Daging sapi juga menjadi faktor kunci dalam kenaikan inflasi kelompok harga pangan yang volatil. Inflasi pada kelompok harga pangan bergejolak mencapai 6,24% year on year, dengan komoditas seperti beras, daging ayam ras, cabai rawit, cabai merah, bawang merah, dan daging sapi menjadi penyebab utama dari kenaikan tersebut.
Dengan impor sapi hidup yang signifikan, perlu memperhatikan pengelolaan stok dan harga daging sapi agar inflasi tetap terkendali menjelang Hari Raya Iduladha 2026. Semoga keberadaan sapi impor ini dapat memenuhi kebutuhan daging sapi selama bulan yang penuh berkah ini.




