Inflasi dan Perang Dagang Membayangi Kenaikan Harga Bitcoin

by -66 Views

Harga Bitcoin (BTC) mengalami fluktuasi pada Kamis, 23 Oktober 2025, turun ke kisaran USD 106.000 sebelum kembali menguat menjadi USD 108.000. Investor yang melakukan aksi jual mulai mereda dan arus masuk ETF spot juga meningkat. Namun, volatilitas yang tinggi membuat pelaku pasar berhati-hati menjelang rilis data inflasi Amerika Serikat (CPI) pada Jumat, 24 Oktober 2025.

Data dari Coinmarketcap.com menunjukkan bahwa harga Bitcoin naik 1,01% dalam 24 jam terakhir, namun turun sebesar 2,32% selama seminggu terakhir. Saat ini, harga Bitcoin berada di level USD 109.072,50.

Menurut data internal Tokocrypto, BTC menguji area support di USD 106.100 setelah tidak mampu menembus level resistance atas. Pergerakan harga Bitcoin saat ini sangat dipengaruhi oleh faktor likuiditas jangka pendek dan ekspektasi pasar terhadap kebijakan moneter AS. Meskipun ada rebound teknikal akibat arus masuk ETF, tekanan makroekonomi masih membatasi potensi kenaikan yang lebih agresif.

Analisis menunjukkan bahwa minggu ini menjadi periode penting bagi pasar aset berisiko, dengan data CPI September menjadi penentu arah kebijakan suku bunga The Federal Reserve (the Fed) atau bank sentral Amerika Serikat. CPI yang lebih rendah diyakini akan memperkuat prospek penurunan suku bunga dan meningkatkan sentimen terhadap aset kripto, termasuk Bitcoin.

Source link