Pada bulan November 2023, Changpeng Zhao mengaku bersalah di pengadilan federal Seattle dan setuju untuk mundur dari jabatannya sebagai CEO Binance sebagai bagian dari penyelesaian senilai $4,3 miliar dengan Departemen Kehakiman AS. Zhao dituduh melanggar Undang-Undang Kerahasiaan Bank karena tidak menerapkan program anti-pencucian uang yang efektif serta melanggar sanksi ekonomi AS dengan sengaja untuk keuntungan pasar Amerika tanpa kontrol hukum. Binance juga didakwa menjalankan bisnis pengiriman uang tanpa izin, melanggar Undang-Undang Kekuatan Ekonomi Darurat Internasional, dan konspirasi. Zhao kemudian dijatuhi hukuman empat bulan penjara pada bulan April 2024, meskipun jaksa federal meminta hukuman tiga tahun penjara. Jaksa Agung Merrick Garland mengutuk tindakan Binance saat Zhao mengaku bersalah, menyebutnya sebagai bursa mata uang kripto terbesar di dunia yang melakukan kejahatan. Menteri Keuangan Janet Yellen juga menyoroti kegagalan Binance dalam mematuhi kewajiban hukumnya. Pengacara Zhao, Leavitt, mengkritik upaya Pemerintahan Biden untuk menjatuhkan hukuman tiga tahun penjara yang dianggapnya sangat tidak tepat. Leavitt menyebut tindakan Biden sebagai merusak reputasi Amerika Serikat di bidang teknologi. Isu ini menandai akhir dari perang antara Pemerintahan Biden dan kripto.
Alasan Donald Trump Mengampuni Pendiri Binance Changpeng Zhao





