Direktur utama Bajaj Auto dari India merilis rencananya untuk mengambil alih KTM dan langsung memotong biaya hingga 50 persen di berbagai departemen, termasuk balap yang berdampak pada tim KTM dan tim satelit Tech3. Rajiv Bajaj, CEO Bajaj Auto, mengungkapkan bahwa upaya untuk mengurangi biaya overhead di berbagai bagian perusahaan telah diidentifikasi, termasuk Riset dan Pengembangan, pemasaran, operasional, dan administrasi.
Walaupun persetujuan merger KTM-India sudah dilakukan, perusahaan masih menunggu lampu hijau dari Komisi Eropa untuk penjualan pabrikan Austria tersebut. Rajiv Bajaj juga menyorot mantan pemilik KTM, Stefan Pierer, dan menuduhnya sebagai orang yang serakah dan penyebab utama kebangkrutan perusahaan. Dia menyoroti tiga jenis keserakahan yang mengakibatkan KTM mengalami kesulitan dalam beberapa bulan terakhir. Pengurangan biaya yang diusulkan oleh Rajiv Bajaj diharapkan dapat dicapai dengan mengeliminasi birokrasi dan manajemen berlebihan yang tidak efektif.
Dari 4.000 karyawan yang saat ini bekerja di KTM, hanya sekitar 1.000 orang yang merupakan pekerja manual, sedangkan 3.000 lainnya adalah karyawan administrasi. Para pemimpin Bajaj Auto mengungkapkan rencana mereka untuk merestrukturisasi perusahaan dan mengurangi beban biaya untuk meningkatkan efisiensi operasional. Hal ini sejalan dengan strategi mereka untuk memperoleh kendali penuh atas KTM dan mengoptimalkan kinerjanya.





