Gerak Harga Kripto Meningkat Saat Shutdown Pemerintah AS Berakhir

by -72 Views

Harga Bitcoin (BTC) telah mencapai level USD 106.000 atau setara dengan Rp 1,76 miliar pertama kalinya dalam hampir sepekan. Namun, harga Bitcoin kembali turun menjadi USD 105.000 atau Rp 1,75 miliar pada perdagangan Selasa, 11 November 2025. Data dari coinmarketcap menunjukkan bahwa harga Bitcoin mengalami pelemahan dalam 24 jam terakhir, meskipun masih naik 0,52% selama tujuh hari terakhir dengan harga saat ini berada di posisi USD 105.173,30 atau Rp 1,75 miliar.

Menurut Yahoo Finance pada hari Selasa, harga Bitcoin mengalami kenaikan setelah laporan muncul bahwa Senat Amerika Serikat (AS) telah mencapai kesepakatan untuk mengakhiri penutupan pemerintahan yang telah berlangsung selama 40 hari, yang merupakan shutdown terpanjang dalam sejarah AS. Data dari CoinGecko menunjukkan bahwa Bitcoin, sebagai aset kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar, mengalami kenaikan lebih dari 4%, mendorong optimisme di antara aset kripto utama lainnya seperti Ethereum, XRP, dan Solana yang juga mengalami kenaikan harga.

Meskipun harga Bitcoin kini mengalami kenaikan, masih 15% di bawah rekor tertingginya pada USD 126.000 yang tercapai pada awal Oktober. Ethereum juga mengalami penurunan dalam periode yang sama karena investor cenderung menghindari aset berisiko. Hal ini menunjukkan bahwa kondisi politik di AS tetap menjadi faktor penting yang memengaruhi pasar kripto secara global.

Source link