Israel Bangun Tembok Raksasa di Perbatasan Lebanon: Kontroversial atau Penting?

by -66 Views

Ketegangan di kawasan Timur Tengah kembali meningkat dengan Israel yang mulai membangun tembok perbatasan baru di sepanjang garis perbatasan dengan Lebanon bagian Selatan. Upaya ini menuai protes dari Lebanon, yang bahkan mengajukan keluhan kepada Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB. Presiden Lebanon Joseph Aoun memerintahkan pejabat terkait untuk mengajukan keluhan tersebut sebagai respons terhadap pembangunan tembok beton yang dinilai melampaui garis biru di perbatasan selatan Lebanon. Beirut juga menyatakan bahwa langkah Israel tersebut telah mengakibatkan lebih dari 4.000 meter persegi wilayah Lebanon tidak dapat diakses oleh warganya.

UNIFIL, pasukan sementara PBB di Lebanon, juga menegaskan bahwa bagian tembok yang dibangun di tenggara Yaroun melintasi garis biru berdasarkan survei tambahan yang dilakukan. Mereka menilai pembangunan tersebut sebagai pelanggaran kedaulatan Lebanon dan telah meminta militer Israel untuk memindahkan tembok tersebut. Namun, militer Israel membela langkah tersebut dengan mengklaim bahwa tembok tersebut sejatinya tidak melintasi Garis Biru dan merupakan bagian dari rencana militer yang lebih luas yang telah dimulai sejak 2022.

Perang sengit antara Israel dan Hizbullah di selatan Lebanon telah membuat Israel menempatkan pasukannya di lima area strategis di Lebanon selatan. Meskipun terdapat perjanjian gencatan senjata yang seharusnya membuat Israel menarik pasukannya, namun hingga kini pasukan tersebut masih berada di wilayah tersebut. Di samping itu, Israel juga terus melancarkan serangan rutin ke Lebanon dengan alasan menargetkan situs dan anggota Hizbullah. Semua persoalan ini menunjukkan eskalasi ketegangan yang terjadi di Timur Tengah.

Source link