Harga Beras Turun: Harga Mahal Hanya Tersisa di 39 Daerah

by -77 Views

Harga beras nasional terus menunjukkan tren perbaikan hingga pertengahan November 2025. Menurut Badan Pusat Statistik (BPS), secara umum harga beras mengalami penurunan sebesar 1,44% dibandingkan bulan Oktober 2025, dengan rata-rata harga sebesar Rp15.256 per kilogram (kg). Amalia Adininggar Widyasanti, Kepala BPS, mengapresiasi penurunan harga tersebut dan menjelaskan bahwa hal ini tidak terlepas dari koordinasi pemerintah yang semakin solid. Ia juga mencatat bahwa jumlah daerah yang masih mencatat kenaikan harga beras berkurang menjadi 39 kabupaten/kota dari sebelumnya 51 daerah.

Selain itu, data BPS menunjukkan bahwa sekitar 65,28% wilayah Indonesia mencatat penurunan harga beras hingga November 2025. Meski demikian, masih ada beberapa daerah yang harga berasnya jauh di atas harga eceran tertinggi (HET), terutama di wilayah Papua Pegunungan. Kabupaten Intan Jaya, Kabupaten Puncak, dan Kabupaten Pegunungan Bintang adalah beberapa daerah yang sudah memiliki harga beras di atas Rp40.000 per kg. Harga tertinggi secara nasional tercatat di Kabupaten Intan Jaya sebesar Rp54.772 per kg, sementara harga terendah ada di Kabupaten Penajam Paser Utara sebesar Rp12.421 per kg.

Amalia juga mengungkapkan bahwa ada 39 kabupaten/kota yang masih mengalami kenaikan harga beras medium, terutama di wilayah Papua. Besar selisih harga beras dengan HET juga menjadi perhatian, seperti di Kabupaten Dogiyai yang kenaikannya sudah melebihi 26,45% dari HET dan Kabupaten Puncak Jaya dengan selisih sebanyak 93,55% dari HET.

Dalam pemaparannya, Amalia Adininggar Widyasanti menyoroti perubahan harga beras di tengah upaya pengendalian inflasi saat Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah pada 17 November 2025. Ini mencerminkan keseriusan pemerintah dalam menangani permasalahan harga beras di berbagai daerah Indonesia, dengan harapan untuk menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pangan bagi masyarakat.

Source link