Harga Bitcoin Tertekan oleh Aksi Jual, Peluang Beli Menarik?

by -43 Views

Pada tanggal 18 November 2025, harga Bitcoin (BTC) mengalami penurunan tajam dan diperdagangkan di bawah level penting. Koreksi ini mencerminkan suasana hati-hati di pasar global yang dipengaruhi oleh berbagai faktor makroekonomi. Bitcoin, aset kripto terbesar, saat ini berada di titik terendah dalam beberapa bulan terakhir.

Nilai Bitcoin (BTC) jatuh di bawah USD 90.000 atau sekitar Rp 1,5 miliar (dengan asumsi kurs dolar AS terhadap rupiah sekitar 16.752) untuk pertama kalinya dalam tujuh bulan pada tanggal 18 November 2025. Penurunan ini menjadi indikasi bahwa minat investor terhadap risiko mulai menurun di pasar keuangan.

Menurut Yahoo Finance, pada tanggal yang sama, Bitcoin telah menghapus seluruh keuntungan yang diperoleh sepanjang tahun 2025. Harga Bitcoin turun hampir 30% dari puncaknya di atas USD 126.000 atau sekitar Rp 2,11 miliar pada bulan Oktober.

Pada sesi perdagangan di Asia, harga Bitcoin turun 2% menjadi USD 89.953 atau sekitar Rp 1,5 miliar setelah menembus level support di sekitar USD 98.000 atau Rp 1,6 miliar pekan sebelumnya. Para pelaku pasar menyebutkan bahwa keraguan terkait kemungkinan pemangkasan suku bunga di AS dan sentimen pasar yang goyah setelah reli panjang membuat harga kripto tertekan.

Perwakilan Hong Kong Web3 Association, Joshua Chu, mengatakan bahwa aksi jual yang terjadi dipicu oleh banyaknya perusahaan dan institusi yang keluar dari pasar setelah sebelumnya masuk selama reli, sehingga memperparah risiko di pasar. Ketika dukungan mulai menurun dan ketidakpastian meningkat, kepercayaan pasar dapat terkikis dengan cepat.

Selain Bitcoin, saham terkait kripto seperti Strategy, perusahaan penambang seperti Riot Platforms dan Mara Holdings, serta bursa Coinbase juga mengalami penurunan seiring dengan memburuknya sentimen pasar. Pasar melemah di seluruh Asia pada perdagangan Selasa minggu ini, dengan saham teknologi di Jepang dan Korea Selatan menjadi yang paling terdampak.

Source link