Indonesia Investment Authority (INA) telah memastikan pengembangan investasi terhadap dana kekayaan negara terus dilakukan ke sektor strategis sejak didirikan pada Desember 2020. Dengan pengelolaan dana sebesar Rp 75 Triliun, terdiri dari dana tunai dan saham, INA menargetkan investasi hingga Rp 75 Triliun hingga akhir tahun 2025. Sektor yang menjadi fokus investasi INA meliputi infrastruktur transportasi dan logistik, kesehatan, energi baru terbarukan (EBT), New Economy, digitalisasi, dan advance materials seperti litium dan silikon.
Proyek investasi INA meliputi pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera dan Trans Jawa, dengan INA menjadi investor jalan tol terbesar ke-3 di Indonesia. Selain itu, INA juga berhasil menarik investasi Dana Pensiun Belanda UEA di Tol Sumatera. Di sektor logistik, INA telah menginvestasikan dalam 3 pergudangan modern dan proyek pabrik bahan baku baterai kendaraan listrik.
Untuk mengetahui perkembangan investasi INA lebih lanjut, simak dialog antara Shafinaz Nachiar dan Ketua Dewan Direktur INA, Ridha Wirakusumah dalam acara Squawk Box di CNBC Indonesia.





