Roblox akan menerapkan verifikasi usia sebagai syarat wajib bagi para pemain yang ingin menggunakan fitur chat mulai Januari 2026. Kebijakan global ini diumumkan setelah Roblox menghadapi berbagai gugatan hukum dan investigasi terkait perlindungan anak. Verifikasi usia saat ini opsional namun akan menjadi wajib pada Desember di sejumlah negara sebelum diterapkan secara global pada Januari.
Kebijakan verifikasi usia Roblox muncul setelah gugatan hukum dari Jaksa Agung Texas dan Louisiana yang menduga Roblox belum cukup melindungi anak-anak dari konten tidak pantas dan potensi eksploitasi seksual. Sebagai langkah untuk mengatasi hal ini, Roblox akan menggunakan proses verifikasi berbasis pemindaian wajah dengan bantuan penyedia pihak ketiga.
Setelah proses verifikasi, pengguna Roblox akan dikelompokkan berdasarkan rentang usia yang terbagi menjadi enam kelompok. Pengguna hanya dapat berkomunikasi dengan kelompok usia yang sama atau kelompok yang masih berdekatan. Hal ini diharapkan dapat mencegah interaksi berisiko antara anak-anak dan orang dewasa yang tidak dikenal.
Kepala Keamanan Roblox, Matt Kaufman, menyatakan bahwa kebijakan ini merupakan langkah pertama dalam industri gim dan media sosial yang mengharuskan estimasi usia berbasis teknologi sebelum dapat mengakses fitur komunikasi. Selain itu, Roblox juga meluncurkan Pusat Keamanan baru yang membantu orang tua mengelola aktivitas anak-anak saat bermain di platform tersebut.





