Pemerintah China dan Indonesia sepakat untuk memperluas proyek kawasan industri kembar atau Two Countries Twin Parks (TCTP) pada 2026. Kawasan kembar ini menjadi simbol kolaborasi antara Indonesia dengan keunggulan sumber daya dan pasar domestik, serta kekuatan China dalam teknologi dan pembiayaan. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan hal ini dalam acara “The City of Blessings” China-Indonesia Economic and Trade Exchange dan Matchmaking Conference Two Countries Twin Parks, di mana proyek TCTP sudah berjalan di Batang dan akan diperluas ke Pulau Bintan. Pemerintah Indonesia dan Kota Fuzhou China menandatangani 16 MoU investasi senilai Rp 36,4 triliun, dengan proyek mulai diimplementasikan pada 2026. Sektor prioritas investasi mencakup ekspor baja, nikel, pangan, perikanan, energi matahari, riset kecerdasan buatan, serta pengembangan kawasan industri dan rantai pasok energi baru. Rencana investasi ini merupakan bagian dari kerja sama strategis antara Indonesia dan China, kedua negara yang mewakili populasi total sekitar 1,7 miliar jiwa dan nilai ekonomi gabungan mencapai US$ 19,2 triliun. Tiongkok juga menjadi mitra dagang utama Indonesia, dengan nilai perdagangan bilateral mencapai US$ 135 miliar pada 2024.
Rencana Perluasan Kawasan Industri Kembar RI-China: Investasi Rp 36,4 T





