Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyatakan bahwa kesepakatan dengan Suriah bisa terjadi dengan pembangunan zona demiliterisasi dari Damaskus hingga Gunung Hermon dan wilayah lainnya. Netanyahu menekankan perlunya zona penyangga demiliterisasi guna menjaga keamanan warga Israel. Meskipun harapan untuk kesepakatan tersebut, Israel tetap akan mempertahankan wilayah tersebut sesuai dengan prinsip-prinsip mereka.
Pernyataan Netanyahu muncul setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan pentingnya dialog yang kuat dan jujur antara Israel dan Suriah. Meskipun Suriah tidak secara resmi mengakui Israel, konflik wilayah antara kedua negara terus berlangsung sejak Israel merebut Dataran Tinggi Golan Suriah pada tahun 1967 dan kemudian mengklaimnya sebagai bagian dari wilayahnya.
Namun, upaya mediasi untuk kesepakatan non-agresi terus dilakukan, meskipun Israel dan Suriah telah terlibat dalam beberapa insiden kekerasan. Suriah melaporkan bahwa serangan Israel di wilayah selatan Suriah menewaskan 13 warga Suriah, sementara militer Israel menyatakan bahwa target serangan adalah kelompok militan Islamis Lebanon di area tersebut.
Dalam konteks diplomasi antara Israel dan Suriah, meskipun terdapat perbedaan pandangan dan sejarah konflik, upaya untuk mencapai kesepakatan terus dilakukan. Keberadaan mediasi dari pihak AS juga menjadi faktor penting dalam proses penyelesaian konflik antara kedua negara.





