Mengintip Prediksi Bitcoin di Desember 2025

by -66 Views

Harga bitcoin (BTC) dianggap perlu mencapai dan bertahan di atas USD 93.000 agar dapat mencapai potensi menuju USD 100.000 dan mencapai level USD 102.000 yang berada dekat dengan level 50-week moving average. Namun, apabila harga kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar ini turun di bawah USD 88.000, maka ada kemungkinan koreksi lebih dalam menuju USD 82.000 atau bahkan masuk kembali ke pola bearish jangka menengah. Menyoroti hal ini, analis Tokocrypto, Fyqieh Fachrur mengatakan bahwa level USD 100.000-USD 102.000 akan menjadi pertempuran besar selanjutnya.

Fyqieh Fachrur juga menekankan bahwa sinyal hawkish dari the Federal Reserve (the Fed) atau bank sentral Amerika Serikat (AS) dapat membawa harga bitcoin turun ke posisi USD 88.000 atau bahkan menguji ulang USD 82.000. Ia menjelaskan bahwa investor perlu memperhatikan manajemen risiko dengan disiplin. Perhatian pasar saat ini tertuju pada tiga faktor utama, yaitu keputusan FOMC yang mungkin akan mempengaruhi arah pasar, aliran dana ETF Bitcoin spot yang semakin menarik dengan masuknya Vanguard, dan perkembangan Ethereum melalui upgrade Fusaka yang dapat meningkatkan minat risiko di pasar aset digital secara keseluruhan.

Meskipun outlook jangka panjang Bitcoin tetap positif, para analis memperkirakan bahwa volatilitas dalam jangka pendek masih akan tinggi. Mereka menekankan bahwa pergerakan BTC dalam 7-10 hari ke depan akan sangat menentukan apakah ini merupakan awal dari kenaikan baru atau hanya pantulan sementara di tengah fase konsolidasi yang lebih panjang. Sebagai penutup, para analis menegaskan bahwa setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pembaca dan disarankan untuk melakukan pembelajaran dan analisis sebelum melakukan transaksi kripto. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas konsekuensi keputusan investasi yang diambil.

Source link