Serangan Nyamuk Ganas di Jakarta: Ratusan Korban Meninggal

by -57 Views

Salah satu rubrik yang menarik dari CNBC adalah Insight, yang berfokus pada menyoroti sejarah untuk memberikan pemahaman yang lebih baik tentang kondisi masa kini melalui perspektif masa lalu. Saat musim hujan tiba, populasi nyamuk cenderung meningkat, karena genangan air yang memungkinkan mereka bertelur. Meskipun ukurannya kecil, nyamuk dapat menjadi salah satu hewan paling mematikan bagi manusia. Setiap tahun, sekitar 700 juta orang terinfeksi oleh nyamuk dan lebih dari 1 juta kematian terjadi akibat serangan serangga tersebut.

Sejarah tragis terkait serangan nyamuk ternyata pernah terjadi di Jakarta (dulu Batavia) pada abad ke-18. Ribuan orang tewas akibat serangan nyamuk ganas. Hal ini terjadi karena tata kota yang tidak tepat, dimulai sejak Kota Batavia menjadi pusat kekuasaan VOC pada tahun 1621. Pembangunan banyak kanal ala Belanda memang bagus, tetapi menjadi bencana saat musim hujan tiba. Kanal-kanal ini, bersama dengan sanitasi yang buruk, akhirnya menjadi tempat ideal bagi nyamuk berkembang biak.

Wabah penyakit yang disebabkan oleh nyamuk menyerang warga Eropa tanpa pandang bulu. Tahun 1733 saja, lebih dari 3.000 orang meninggal akibat penyakit misterius ini. Wabah ini membuat Jakarta dijuluki “kuburan orang Eropa” karena banyaknya yang tewas. VOC akhirnya memutuskan untuk memindahkan pusat kekuasaan dan permukiman dari Kota Tua ke wilayah selatan sebagai upaya untuk mengatasi wabah. Penyakit tersebut ternyata adalah malaria yang ditularkan oleh nyamuk Anopheles.

Tata kota Jakarta yang penuh dengan kanal dan minim sanitasi ternyata menjadi pemicu utama wabah mematikan tersebut. Dengan memahami sejarah ini, kita dapat melihat betapa pentingnya perencanaan tata kota yang sesuai untuk mencegah bencana kesehatan yang disebabkan oleh kondisi lingkungan yang tidak sehat.

Source link