Helmut Marko resmi mengakhiri era kepemimpinannya sebagai penasihat utama Red Bull di Formula 1 setelah lebih dari 20 tahun berkiprah. Konfirmasi bahwa Grand Prix Abu Dhabi menjadi balapannya terakhir disampaikan setelah pertemuan dengan manajemen Red Bull di Abu Dhabi. Perusahaan induk Austria mengambil alih kendali yang lebih besar atas operasi F1, menyebabkan Marko pensiun pada usia 82 tahun. Meskipun kondisi ini tidak begitu menguntungkan, Red Bull telah melakukan penunjukan kepala humas baru. Namun, perdebatan terjadi terkait dengan penunjukan pembalap baru, seperti Arvid Lindblad dan Alex Dunne. Meskipun Marko merekomendasikan Dunne untuk Red Bull, para petinggi tim tidak sepenuhnya yakin.
Marko dikenal sebagai pribadi yang mudah didekati dan tidak mengindahkan aturan PR yang ketat dalam F1. Di tengah persaingan yang semakin sengit, pola perilaku Marko menjadi sorotan. Berkaitan dengan hal ini, beberapa keputusan dan pernyataan kontroversial Marko telah menimbulkan kekhawatiran, baik dari pihak media maupun tim Red Bull. Namun, berkaitan dengan masa depan Max Verstappen, loyalitas Marko terhadap Verstappen tetap kuat, meskipun beberapa aspek seperti regulasi baru Formula 1 di 2026 masih menjadi pertimbangan penting bagi Verstappen. Meskipun tidak ada kepastian yang jelas, penting bagi Red Bull untuk menentukan struktur kepemimpinan yang akan berkelanjutan setelah kepergian Marko. Keberhasilan Red Bull di lintasan Formula 1 di masa mendatang juga akan sangat dipengaruhi oleh kompetisi dalam era baru tersebut. Menjadi menarik untuk melihat sejauh mana Red Bull dapat mempertahankan dominasi mereka setelah Marko, sekaligus menjaga performa tim dan pembalapnya.





