Formula 1 memasuki tahap baru pada tahun 2026 setelah melampaui era ground effect. Kini, aerodinamika aktif akan diperkenalkan kembali di kategori teratas bersama unit daya revolusioner untuk Grand Circus. Pembagiannya adalah 50 persen antara pembakaran dan elemen listrik. Sebagian besar tim telah bekerja keras untuk peluncuran mobil baru dalam beberapa pekan mendatang, namun pengembangan selama musim pertama akan menjadi faktor kunci. Setiap tim harus mempertimbangkan alokasi waktu terowangan angin dan CFD yang tersedia pada paruh pertama musim.
Mulai dari 1 Januari hingga 30 Juni 2026, tim akan mendapatkan alokasi baru untuk pengembangan berdasarkan klasemen konstruktor tahun 2025. Tim tertinggal akan memiliki lebih banyak kesempatan untuk berkembang, sehingga meratakan posisi di grid. Mercedes, Mercedes, Ferrari, dan Williams, di posisi puncak, Mendapatkan alokasi yang lebih kecil dibandingkan dengan tim papan bawah seperti Racing Bulls, Haas, Audi dan Alpine. Cadillac, yang absen pada 2025, akan memiliki alokasi yang sama dengan Alpine.
Melanjutkan penggunaan terowangan angin, McLaren akan memimpin dengan alokasi 70 persen, diikuti oleh Mercedes dengan 75 persen, Red Bull 80 persen, Ferrari 85 persen, Williams 90 persen, Racing Bulls 95 persen, dan Aston Martin 100 persen. Tim dengan performa terburuk di musim sebelumnya akan mendapatkan alokasi yang lebih besar, seperti Haas dengan 105 persen, Audi/Sauber dengan 110 persen, dan Alpine serta Cadillac dengan 115 persen.
Dengan adanya alokasi ini, Formula 1 berharap dapat meningkatkan persaingan dan kesempatan bagi tim-tim untuk berkembang. Dengan demikian, persaingan di grid akan semakin menarik dan menantang bagi seluruh tim.





