Indonesia Blockchain Week (IDBW) 2025 baru saja selesai dengan sukses setelah dihadiri oleh lebih dari 10.000 peserta dari dalam dan luar negeri, menegaskan posisi Indonesia sebagai pusat pertumbuhan blockchain dan Web3 yang aktif di Asia Tenggara. Acara ini mengusung tema “Indonesia 4.0: AI, Blockchain, and Tokenized Solutions for Inclusive Growth” dan berhasil menarik perhatian dengan melibatkan 75+ pembicara, 15 side events, partisipasi dari 25+ negara, serta dukungan dari 250+ sponsor dan mitra. Skala penyelenggaraan IDBW 2025 merupakan yang terbesar sejak pertama kali diselenggarakan pada tahun 2019.
Kolaborasi strategis empat co-host, yaitu D3 Labs, Tokocrypto, Saison Capital, dan Arktivak, menjadi kunci sukses terselenggaranya IDBW 2025. Para co-host tersebut memiliki visi yang sama untuk mendorong adopsi blockchain dan Web3 secara berkelanjutan di Indonesia dan kawasan regional. Chairman IDBW 2025, Aditya Raflein, menyatakan bahwa kehadiran lebih dari 10.000 peserta mencerminkan kematangan ekosistem blockchain Indonesia yang semakin solid dan kolaboratif. IDBW bukan hanya sekadar konferensi, melainkan sebuah gerakan yang menghubungkan energi, tujuan, dan keyakinan yang sama.
Dari perspektif teknologi dan pengembangan ekosistem, Lai Chung Ying, Co-Founder & Co-CEO D3 Labs, menyoroti peran IDBW sebagai penghubung inovasi dengan kebutuhan ekonomi riil. Dia menekankan bahwa IDBW 2025 menjadi titik temu antara Web3 dengan ekonomi riil, di mana Indonesia memiliki potensi besar untuk membangun solusi yang relevan dan berkelanjutan. Calvin Kizana, CEO Tokocrypto, juga menambahkan bahwa melalui IDBW, blockchain dan AI bisa digunakan untuk menciptakan solusi nyata di berbagai bidang seperti sistem pembayaran, pendanaan, dan efisiensi bisnis.





