Perang Saudara Memanas: 104 Warga Tewas dalam Serangan Drone

by -73 Views

Konflik bersenjata di Tanah Sudan mencapai titik kritis baru setelah serangkaian serangan drone di wilayah Kordofan menewaskan sedikitnya 104 warga sipil. Eskalasi mematikan ini terjadi selama perang saudara brutal antara faksi militer yang tidak bisa mencapai titik kesepakatan selama dua tahun terakhir. Serangan tersebut telah melanda wilayah pusat Sudan sejak awal Desember hingga Jumat lalu, menyusul jatuhnya pangkalan militer utama di Babnusa ke tangan kelompok paramiliter Rapid Support Forces (RSF). Pertempuran sengit selama sepekan terakhir telah memaksa puluhan ribu orang mengungsi dan menghancurkan fasilitas kesehatan yang sudah kewalahan menghadapi wabah kolera serta demam berdarah. Laporan yang menyedihkan juga datang dari Kalogi, Kordofan Selatan, di mana serangan yang terus berlanjut telah merenggut nyawa 89 orang, termasuk 43 anak-anak dan delapan wanita. Menanggapi tragedi ini, Kepala Hak Asasi Manusia PBB, Volker Turk, menegaskan bahwa menargetkan fasilitas medis merupakan pelanggaran serius terhadap hukum humaniter internasional. Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres, juga mengutuk keras serangan terhadap pasukan penjaga perdamaian PBB di Sudan, menyebutnya sebagai kejahatan perang yang berat. Sejak pertempuran pecah pada April 2023, lebih dari 40.000 orang tewas dalam perang saudara di Sudan, meskipun angka sebenarnya mungkin lebih tinggi dari data resmi PBB. Diperkirakan lebih dari 14 juta orang kini mengungsi di Sudan, menjadikannya sebagai krisis kemanusiaan terbesar di dunia selama tiga tahun terakhir. Kondisi kemanusiaan di Kordofan semakin memburuk, dengan ribuan orang terjebak di kota-kota yang terkepung tanpa akses bantuan yang memadai. Upaya diplomasi internasional mulai bergeliat kembali, dengan Sudan dan negara-negara pendukungnya mencari cara untuk menyelesaikan konflik yang berlarut-larut. Meski demikian, situasi di Sudan tetap tegang dan memerlukan tindakan konkret dan komprehensif untuk mendamaikan situasi yang semakin memanas tersebut.

Source link