Bursa kripto terbesar di Hong Kong, HashKey, mengalami debut yang kurang menggembirakan di Bursa Efek Hong Kong. Meskipun berhasil menghimpun dana besar melalui penawaran umum perdana (IPO), harga saham HashKey hanya naik sekitar 3 persen pada hari pertama perdagangan. Namun, kemudian harga saham tersebut malah mengalami penurunan sebesar 0,15% menjadi USD 6.670. HashKey berhasil mengumpulkan dana IPO sekitar 1,6 miliar dolar Hong Kong atau setara dengan Rp 3,43 triliun. Perusahaan menentukan harga IPO di level 6,68 dolar Hong Kong per saham, hampir mendekati batas atas kisaran harga yang telah ditetapkan antara 5,95 hingga 6,95 dolar Hong Kong per saham. Respons pasar terhadap HashKey di hari pertama perdagangan dianggap masih terbatas, seiring dengan kondisi pasar aset kripto global yang tengah bergejolak dalam beberapa pekan terakhir.
Tren penurunan tajam harga mata uang kripto utama dunia, seperti Bitcoin, juga turut mempengaruhi pencatatan saham HashKey. Meskipun Bitcoin turun sekitar 36 persen dalam satu bulan terakhir setelah mencapai rekor tertinggi di atas USD 126.000 pada awal Oktober, HashKey tetap optimis terhadap prospek industri aset digital di kawasan Asia. Perusahaan ini beroperasi di Hong Kong yang memiliki regulasi yang lebih terbuka terhadap aset kripto, berbeda dengan China yang telah melarang mata uang kripto secara menyeluruh sejak 2021. Meski demikian, HashKey tetap menunjukkan optimisme terhadap masa depan industri aset digital di wilayah Asia.





