Menteri Pertahanan Rusia, Andrey Belousov, mengungkapkan bahwa militer Rusia sedang secara serius mempersiapkan diri untuk menghadapi kemungkinan serangan dari negara-negara anggota NATO. Pernyataan ini disampaikan Belousov dalam pertemuan pemerintah pada Rabu waktu setempat. Menurut Belousov, tindakan yang diambil oleh NATO menunjukkan bahwa blok pertahanan tersebut tengah mempersiapkan konfrontasi dengan Rusia, yang terlihat dari peningkatan belanja militer, peningkatan jumlah personel, dan pengerahan sistem rudal jarak menengah. Belousov menegaskan bahwa rencana aliansi menetapkan awal tahun 2030-an sebagai tenggat waktu kesiapan mereka untuk tindakan tersebut. Belousov juga menambahkan bahwa pengembangan kekuatan nuklir Rusia menjadi prioritas utama sebagai pencegahan terhadap kemungkinan agresi. Selain pengembangan kekuatan nuklir, Rusia juga sedang meningkatkan kemampuan tempur pasukan konvensional dengan langkah-langkah untuk meningkatkan prestise layanan militer. Sementara itu, pejabat Barat mengklaim bahwa pembangunan kekuatan militer mereka merupakan respons terhadap sikap Rusia yang dianggap semakin asertif pasca-eskalasi konflik Ukraina pada 2022. Meskipun demikian, Moskow menegaskan bahwa mereka tidak mengancam blok tersebut dan menilai tuduhan Barat sebagai taktik menakut-nakuti.
Peluncuran PD3 Menuju Dekat: Rusia Beri Sinyal Baru ke NATO





