Proses penanganan pascabanjir di Padang Pariaman, Sumatra Barat, khususnya di Kecamatan Lubuk Alung dan Kecamatan Kayu Tanam, dilaporkan semakin membaik. Pemerintah daerah telah menyiapkan pembangunan sekitar 200 unit Huntara dan Hunian tetap sebagai langkah dalam pemulihan pasca bencana alam yang terjadi. Namun, dampak dari banjir ini cukp signifikan dengan 9 korban meninggal dunia dan penemuan 37 jenazah yang bukan merupakan warga sekitar. Infrastruktur di daerah tersebut juga mengalami kerusakan yang cukup parah, termasuk 29 jembatan yang hanyut, 13 jembatan putus, 23 ruas jalan putus, irigasi di 49 titik, dan 65% fasilitas PDAM tidak berfungsi. Selain itu, sekitar 2.400 hektare lahan pertanian juga rusak dan tidak dapat ditanami kembali akibat banjir dan tanah longsor yang terjadi. Bupati Padang Pariaman, John Kenedy Azis, menyebutkan bahwa pembangunan di daerahnya mundur hingga 20 tahun akibat kerusakan infrastruktur yang parah. Untuk mengetahui lebih lanjut perkembangan penanganan banjir di Sumatra Barat, simak dialog antara Bupati Agam, Benni Warlis, dan Bupati Padang Pariaman, John Kenedy Azis, dalam program Nation Hub di CNBC Indonesia.
Listrik Kembali Normal & 200 Rumah Baru Diresmikan: Berita Terbaru





