Defisit APBN pada tahun 2026 diperkirakan tidak akan melebihi 3% PDB meskipun ada kebijakan tambahan belanja pemerintah untuk mendukung pertumbuhan ekonomi. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa telah meningkatkan rencana defisit APBN 2026 menjadi sekitar 2,68% dari PDB untuk mendukung program prioritas Presiden Prabowo Subianto. Para ekonom memperkirakan defisit APBN 2026 berkisar 2,72% hingga 2,75% dari PDB, dengan asumsi pertumbuhan PDB yang menjadi faktor penentu. Meskipun defisit fiskal diperkirakan akan bertambah besar, keberlanjutan fiskal menjadi perhatian utama karena Indonesia masih tertinggal dalam rasio penerimaan negara terhadap PDB dibandingkan negara ASEAN lainnya. Meskipun ekspansi fiskal terjadi, pemerintah diharapkan akan tetap menjaga defisit fiskal di bawah 3% dari PDB untuk mencegah penurunan peringkat kredit. Proyeksi ini tetap memperhitungkan ketersediaan dana publik yang semakin terbatas, sehingga pemenuhan kebutuhan belanja pemerintah harus diatur dengan hati-hati untuk menjaga stabilitas fiskal negara.
Prediksi Ekonomi: Defisit APBN 2026 Dibawah 3% Menurut Purbaya Aman





