Kementerian Perdagangan (Kemendag) dan Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) resmi membuka perdagangan bursa komoditas di tahun 2026. Wakil Menteri Perdagangan, Diah Roro Esti Widya Putri, bersama Kepala Bappebti, Tirta Karma Senjaya, melakukan pembukaan perdagangan bursa komoditas RI. Surplus perdagangan Indonesia selama Januari-Oktober 2025 mencapai US$ 35,88 miliar, dengan nilai ekspor mencapai US$ 234,04 miliar. Sektor non migas, khususnya komoditas lemak dan minyak nabati seperti minyak kelapa sawit, menjadi penyumbang surplus perdagangan nasional. Dalam pembukaan perdagangan bursa komoditas, Wamendag Roro menyatakan bahwa CPO menjadi pemantik transaksi melalui bursa berjangka dengan mekanisme pembentukan harga sebagai manfaat utama. Harapannya adalah agar komoditas unggulan Indonesia lainnya dapat diperdagangkan di bursa berjangka komoditi untuk meningkatkan pendapatan negara dan menjaga surplus neraca perdagangan Indonesia. Semoga langkah ini dapat memberikan dampak positif bagi perekonomian Indonesia.
Perdagangan Komoditas 2026: Harapan Wamendag





