AS Melawan AS Penuh Gaya Perlawanan

by -37 Views

Ketegangan diplomatik antara Denmark dan Amerika Serikat mencapai puncaknya di awal tahun 2026. Perdana Menteri Denmark, Mette Frederiksen, dengan tegas menyatakan bahwa pihaknya akan menentang segala upaya pemerintahan Donald Trump untuk mengakuisisi Greenland. Pasca penunjukan Gubernur Louisiana, Jeff Landry, sebagai utusan khusus untuk Greenland oleh Presiden AS, reaksi menantang dari Denmark semakin terasa. PM Frederiksen mengecam ancaman dan tekanan yang diterima dari sekutu terdekatnya, tanpa menyebut nama AS secara langsung. Dia menyoroti bahwa keinginan untuk mengambil alih negara lain adalah pandangan yang usang dan tidak dapat diterima.

Tidak hanya PM Frederiksen, Raja Frederik X dalam pidato malam tahun baru juga menegaskan masa sulit yang sedang dihadapi. Raja memuji kekuatan dan kebanggaan rakyat Greenland serta peningkatan program pelatihan militer di Arktik sebagai respons atas meningkatnya ketegangan wilayah tersebut. Langkah Trump mengklaim bahwa AS membutuhkan Greenland karena lokasi strategis dan sumber daya alamnya telah menuai kemarahan di Kopenhagen. Menteri Luar Negeri Denmark menyatakan penunjukan utusan AS sebagai sesuatu yang tidak dapat diterima, mengakibatkan panggilan duta besar AS untuk memberikan penjelasan.

Situasi ini membawa hubungan kedua sekutu NATO tersebut ke titik terendah. Dinas intelijen Denmark bahkan mengidentifikasi AS sebagai potensi ancaman bagi keamanan nasional mereka. Laporan intelijen tersebut menunjukkan bahwa Washington kini menggunakan kekuatan ekonomi, termasuk melalui ancaman tarif tinggi, untuk memaksakan kehendaknya, bahkan terhadap sekutunya sendiri. Hal ini menunjukkan bahwa ketegangan antara Denmark dan AS semakin meruncing di awal tahun 2026.

Source link