Audi resmi mengambil alih tim Sauber dan akan ikut berkompetisi di ajang F1 untuk pertama kalinya dalam sejarah mereka pada musim ini. Sejak 1997, Sauber telah menggunakan mesin dari Ferrari, kecuali selama masa BMW dari 2006 hingga 2009, namun kali ini Audi bergabung dalam F1 dengan mesin buatannya sendiri. Keputusan Audi untuk bergabung terjadi pada saat yang tepat mengingat adanya aturan mesin baru di F1 mulai tahun ini, yang lebih menekankan pada tenaga listrik. Dengan pengalaman Audi dalam sistem tenaga hibrida dan listrik dari kompetisi seperti WEC, Formula E, dan rally-raid, diharapkan Audi dapat memanfaatkannya dengan baik dalam F1.
Pada 7 Januari 2026, tim Audi mengumumkan bahwa mereka telah berhasil menyalakan mesin baru mereka dalam sasis F1 2026 untuk pertama kalinya. Hal ini terjadi di markas Hinwil, menjadi salah satu dari tiga pabrik utama yang terlibat dalam upaya Audi di F1, bersama dengan divisi powertrain di Neuberg, Jerman, dan Pusat Teknis di Bicester, Inggris. Komentar dari Mattia Binotto, kepala proyek Audi F1, menyatakan bahwa pengujian mesin ini adalah awal yang baru bagi tim Audi dan merupakan hasil dari kerja keras kolektif dari tim di Neuburg dan Hinwil.
Sebelum mengikuti Grand Prix Australia, Audi akan meluncurkan tim mereka di Berlin pada 20 Januari dan melakukan uji coba pramusim di Barcelona dan Bahrain pada Januari dan Februari. Jonathan Wheatley, prinsipal tim Audi, menyatakan bahwa keberhasilan pengujian mesin ini merupakan tonggak penting yang menguatkan semangat tim untuk menuju balapan pertama di Melbourne. Dengan semangat dan fokus yang jelas, Audi siap untuk melangkah maju sebagai satu tim yang bersatu di kancah F1.
Audi Bersiap Sambut F1 2026 dengan Kencang





