Peluang dan Risiko Harga Bitcoin 2026: Analisis Terperinci

by -30 Views

Harga Bitcoin mengalami koreksi di bawah USD 90.000 karena tekanan arus keluar dana ETF dan aksi ambil untung pelaku pasar, meskipun data ekonomi AS menunjukkan pelemahan pasar tenaga kerja yang dapat membuka kemungkinan penurunan suku bunga oleh The Fed. Data Job Openings and Labor Turnover Survey (JOLTS) AS periode November menunjukkan adanya 7,1 juta lowongan pekerjaan, di bawah ekspektasi pasar, menandakan perlambatan ekonomi AS.
Meskipun demikian, Bitcoin terus mengalami tekanan dan kapitalisasi pasar kripto global juga terkoreksi. Menurut analis Tokocrypto, Fyqieh Fachrur, pergerakan ini sebenarnya adalah konsolidasi sehat setelah reli kuat. Data tenaga kerja AS yang melemah mendukung aset berisiko seperti Bitcoin karena ada potensi pemangkasan suku bunga. Namun, dalam jangka pendek, pasar masih dipengaruhi oleh aksi profit taking, tekanan ETF, dan penyesuaian leverage.
Tekanan pasar juga diperparah oleh arus keluar dana Spot Bitcoin ETF yang mencapai sekitar USD 243 juta dalam satu hari. Aktivitas penjualan dari penambang dan likuidasi posisi derivatif juga ikut mempercepat koreksi, dengan lebih dari USD 64 juta posisi Bitcoin terlikuidasi dalam 24 jam terakhir. Fyqieh menekankan bahwa selama Bitcoin tetap di atas USD 90.000, tren jangka menengah masih terjaga dan pergerakan saat ini lebih mengarah ke konsolidasi daripada pembalikan tren.

Source link