Tujuh negara anggota NATO menanggapi keras rencana Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump untuk mengambil alih Greenland. Bersama dengan enam negara sekutunya, Denmark menegaskan bahwa Greenland adalah milik rakyatnya dan keputusan terkait wilayah tersebut hanya dapat ditentukan oleh Denmark dan Greenland, bukan oleh negara lain.
Dalam pernyataan bersama, para pemimpin Denmark, Prancis, Jerman, Italia, Polandia, Spanyol, dan Inggris menekankan pentingnya penghormatan terhadap kedaulatan, integritas teritorial, dan keutuhan perbatasan Greenland di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan Arktik. Mereka juga menegaskan bahwa keamanan Arktik tetap menjadi prioritas utama bagi Eropa.
Meskipun menolak gagasan pengambilalihan Greenland, para pemimpin Eropa dan negara Nordik seperti Denmark, Finlandia, Islandia, Norwegia, dan Swedia menyatakan komitmen kolektif untuk menjaga keamanan, stabilitas, dan kerja sama di Arktik. Mereka juga mendukung peningkatan kehadiran dan kewaspadaan NATO di wilayah tersebut.
Pemerintah Greenland dan Denmark telah meminta pembicaraan dengan Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio. Mereka ingin membahas pernyataan terbaru Trump mengenai Greenland. Trump sebelumnya mengungkapkan keinginan untuk mengambil alih wilayah otonom tersebut dan tidak menutup kemungkinan penggunaan kekuatan militer. Perdana Menteri Denmark, Mette Frederiksen, menekankan agar Trump menghentikan ancaman tersebut. Oleh karena itu, penting bagi pengambilan keputusan tentang Greenland tetap berada di tangan Denmark dan Greenland sesuai dengan kesepakatan bersama.





