Tambak Rusak di Aceh: Dampak Banjir Bandang 30 Ribu Hektare

by -50 Views

30 Ribu Hektare Tambak Perikanan di Aceh Rusak Akibat Banjir Besar

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mengidentifikasi sekitar 30 ribu hektare tambak budidaya perikanan di Aceh mengalami kerusakan akibat banjir besar baru-baru ini. Tingkat kerusakan bervariasi, mulai dari ringan hingga sangat berat, memengaruhi lebih dari 30 ribu pembudidaya di wilayah tersebut.

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) mengungkapkan bahwa kerusakan tambak terjadi hampir di seluruh Aceh, bukan hanya di satu daerah. Dalam peninjauannya, Zulhas dan Menteri Kelautan dan Perikanan (MenKP) Sakti Wahyu Trenggono melihat langsung tambak terdampak banjir di kabupaten Bireuen, Aceh Utara, dan Pidie Jaya.

Trenggono menjelaskan bahwa tambak-tambak yang rusak tersebar di 16 kabupaten/kota di Aceh, yang terdampak paling parah adalah Aceh Utara dengan lebih dari 10 ribu hektare terkena dampak, diikuti oleh Bireuen sekitar 4,9 ribu hektare, dan Aceh Tamiang sekitar 3,4 ribu hektare. Tambak yang rusak tersebut berada di wilayah daratan maupun pesisir, dengan berbagai komoditas budidaya seperti udang, bandeng, kakap, kerapu, lele, nila, mas, dan patin.

Peninjauan dilakukan setelah banjir dan longsor melanda hampir seluruh wilayah Aceh, menyebabkan kerusakan parah, beberapa tambak bahkan tertutup lumpur akibat banjir. Identifikasi dari KKP menunjukkan bahwa sekitar 300an hektare tambak mengalami kerusakan sangat berat, sementara sisanya berdampak ringan hingga berat. Berbagai langkah pemulihan dan rehabilitasi tambak budidaya perikanan tersebut sedang dipersiapkan untuk membantu pembudidaya mengatasi dampak dari bencana alam tersebut.

Source link