ADB Ramal Ekonomi RI Tercepat Kedua ASEAN, Malaysia Lewat!

by -119 Views

Indonesia diperkirakan menjadi negara dengan pertumbuhan ekonomi tercepat kedua di ASEAN pada 2026, setelah Vietnam. Asian Development Bank (ADB) mempertahankan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia di level 5,2%, sedikit lebih tinggi dibandingkan realisasi 2025 yang sebesar 5,1%.

Proyeksi tersebut tercantum dalam Asian Development Outlook (ADO) edisi September 2026 yang dirilis ADB pada Rabu (23/9/2026). Vietnam masih menempati posisi teratas dengan perkiraan pertumbuhan 7,8%, meski angka itu turun dari pertumbuhan 2025 sebesar 8%.

Pertumbuhan ASEAN Direvisi Naik

Secara keseluruhan, ADB merevisi naik proyeksi pertumbuhan ekonomi ASEAN pada 2026 menjadi 4,7%, dari perkiraan sebelumnya 4,6%. Namun, laju tersebut masih lebih rendah dibandingkan pertumbuhan kawasan pada 2025 yang mencapai 4,8%.

Malaysia mencatat revisi proyeksi terbesar di antara negara-negara utama ASEAN. Ekonominya diperkirakan tumbuh 4,9% pada 2026, naik dari perkiraan sebelumnya 4,6%. Meski demikian, angka itu masih di bawah pertumbuhan Malaysia pada 2025 yang mencapai 5,2%.

Berikut proyeksi pertumbuhan ekonomi negara-negara ASEAN pada 2026 menurut ADB:

Brunei Darussalam 1,2%; Kamboja 3,9%; Indonesia 5,2%; Laos 4%; Malaysia 4,9%; Myanmar 2,2%; Filipina 3,3%; Thailand 2%; Timor-Leste 4%; dan Vietnam 7,8%.

Ekonomi Asia Masih Tumbuh, Risiko Meningkat

ADB memperkirakan pertumbuhan ekonomi kawasan Asia-Pasifik pada 2026 berada di kisaran 5%. Angka tersebut lebih rendah dibandingkan realisasi 2025 sebesar 5,5%, tetapi sedikit lebih baik dari proyeksi ADB pada Juli 2026 yang sebesar 4,9%.

Presiden ADB Masato Kanda menyebut perekonomian kawasan masih menunjukkan ketahanan, meski menghadapi tekanan yang lebih besar. “Kawasan ini tetap tangguh, namun risikonya semakin meningkat,” ujar Kanda melalui siaran pers.

Menurut ADB, investasi yang kuat, stimulus pemerintah, serta peningkatan ekspor teknologi yang dipicu siklus investasi global di sektor kecerdasan buatan (AI) menjadi penopang pertumbuhan. Pada saat yang sama, ketegangan geopolitik dan penguatan El Niño berpotensi mendorong kenaikan harga energi serta pangan.

Untuk negara-negara besar Asia, ADB memperkirakan ekonomi China tumbuh 4,6% pada 2026, melambat dari 5% pada 2025. India diproyeksikan tumbuh 7%, lebih tinggi dari perkiraan sebelumnya 6,6%, tetapi masih di bawah pertumbuhan 2025 sebesar 7,8%.

Jepang diperkirakan tumbuh 0,7% pada 2026, sama dengan proyeksi sebelumnya. Sementara itu, pertumbuhan Korea Selatan direvisi menjadi 3,2% dari perkiraan sebelumnya 2,6%.

Source link