Menteri Pertanian/Kepala Bapanas Amran Sulaiman menerima kunjungan sekitar 100 Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dari seluruh Indonesia di kediaman pribadinya, Jakarta, Rabu (6/5/2026). Pertemuan tersebut menjadi ajang diskusi terbuka, sekaligus penyerapan langsung berbagai aspirasi dan laporan dari mahasiswa.
Amran Tanggap Cepat Terhadap Aspirasi Mahasiswa
Amran mengaku langsung menindak sejumlah aduan yang disampaikan mahasiswa, bahkan hanya dalam hitungan menit setelah laporan diterima. Ada laporan terkait distribusi pupuk yang merugikan petani, yang langsung dicabut izinnya dan diproses secara hukum. Sementara laporan mengenai praktik ilegal bawang merah dari Sumatra Utara juga langsung ditindak dengan penangkapan pelaku.
Menurut Amran, mahasiswa memiliki peran penting sebagai pengawas dan penyambung informasi di lapangan. Ia mendorong agar setiap temuan terus dilaporkan demi peningkatan kualitas sektor pertanian di Indonesia.
Pentingnya Transparansi dalam Pemerintahan
Amran menekankan pentingnya transparansi kepada publik, termasuk mahasiswa. Beliau bahkan membuka akses bagi mahasiswa untuk melihat langsung kondisi gudang beras nasional, yang menyimpan stok beras tertinggi sepanjang sejarah Indonesia merdeka.
Capaian tersebut didukung oleh data dari lembaga independen nasional dan internasional, seperti BPS, FAO, dan United States Department of Agriculture. Hal ini menegaskan bahwa Indonesia telah mencapai swasembada produksi beras.
Amran juga menyanjung sikap kritis namun konstruktif dari mahasiswa dalam memberikan masukan. Ia berharap agar kolaborasi terus terjalin demi kemajuan sektor pertanian di Tanah Air.
Source link




