ETF bitcoin spot di Amerika Serikat membukukan arus masuk bersih sekitar US$6,34 miliar atau Rp113,84 triliun sepanjang kuartal III 2026. Dengan asumsi nilai tukar dolar AS terhadap rupiah berada di kisaran Rp17.960, capaian tersebut menjadikan kuartal ketiga sebagai periode dengan arus dana terkuat sepanjang 2026.
Performa itu berlangsung bersamaan dengan pemulihan harga bitcoin (BTC) setelah kinerja yang tercatat pada semester pertama tahun ini. Berdasarkan data CoinGlass, harga bitcoin naik 42,71 persen selama kuartal ketiga. Kenaikan tersebut menjadi penguatan kuartalan terbesar sejak kuartal IV 2024 dan sekaligus kinerja terbaik bitcoin untuk kuartal ketiga sejak 2017.
Arus dana meningkat sejak Juli
Data SoSoValue yang dikutip Cointelegraph pada Kamis (1/10/2026) menunjukkan, ETF bitcoin spot mencatat arus masuk bersih US$172 juta atau sekitar Rp3,08 triliun pada Juli 2026. Nilai itu kemudian melonjak menjadi US$3,52 miliar atau Rp63,20 triliun pada Agustus.
Pada September, arus masuk bersih masih mencapai US$2,65 miliar atau Rp47,58 triliun. Angka tersebut turun sekitar 25 persen dibandingkan Agustus, tetapi tetap jauh lebih tinggi daripada capaian Juli. Akumulasi arus dana selama tiga bulan itu menghasilkan pembalikan tajam dibandingkan kuartal sebelumnya.
Pada kuartal II 2026, ETF bitcoin spot AS justru mengalami arus keluar bersih sekitar US$5 miliar atau Rp89,78 triliun. Perubahan dari arus keluar pada kuartal kedua menjadi arus masuk besar pada kuartal ketiga terjadi ketika bitcoin mencatat pemulihan harga.
Tren masuk dana berakhir pada akhir September
Meski September secara keseluruhan berakhir dengan arus masuk, pergerakan dana pada penghujung bulan menunjukkan pelemahan. ETF bitcoin mencatat arus keluar bersih US$149 juta atau sekitar Rp2,67 triliun pada Rabu pekan ini.
Arus keluar tersebut mengakhiri tren arus masuk selama sembilan hari berturut-turut. Dalam periode sembilan hari itu, ETF bitcoin sebelumnya berhasil menghimpun dana sekitar US$3,1 miliar atau Rp55,66 triliun.
Dengan catatan tersebut, kinerja kuartal III tetap menjadi yang paling kuat pada 2026, meskipun momentum arus dana melemah pada akhir September. Angka kuartalan itu juga menandai perubahan arah yang jelas dari tekanan arus keluar pada kuartal sebelumnya.





