Analisis FOMC dan Dampaknya Terhadap Harga Bitcoin

by -60 Views

Pergerakan pasar kripto dipengaruhi oleh hasil pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) yang memunculkan harapan baru bagi investor terkait kebijakan moneter. Vice President Indodax, Antony Kusuma, menyatakan bahwa harga bitcoin turun ke kisaran USD 70.000 setelah hasil pertemuan FOMC mengindikasikan kebijakan moneter yang tetap ketat. Sebelumnya, harga bitcoin sempat menguat mendekati USD 76.000 karena arus masuk dana institusional ke spot bitcoin exchange traded fund (ETF) yang besar. Namun, setelah pertemuan FOMC, investor melakukan penyesuaian yang menyebabkan koreksi harga sekitar 7-8 persen.

Keputusan FOMC untuk mempertahankan suku bunga acuan dan menaikkan proyeksi inflasi menunjukkan kebijakan yang masih cenderung hawkish. Hal ini membuat likuiditas ke aset berisiko seperti kripto menjadi lebih terbatas. Meskipun The Fed mempertahankan suku bunga di kisaran 3,50 – 3,75 persen, serta menaikkan prediksi inflasi 2026, peluang penurunan suku bunga dalam waktu dekat menjadi terbatas karena kondisi ekonomi global yang terus berkembang.

Jerome Powell, Ketua The Federal Reserve (the Fed), mengungkapkan bahwa penurunan suku bunga akan sangat tergantung pada perkembangan inflasi, termasuk ketidakpastian akibat konflik di Timur Tengah dan kenaikan harga energi. Antony menambahkan bahwa hal ini akan mempengaruhi minat terhadap aset berisiko, termasuk kripto. Saat ini, harga Bitcoin berada di kisaran USD 70.000, dengan area USD 70.000 – 72.000 menjadi level support penting yang harus diamati oleh para investor.

Source link