Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memiliki ambisi besar untuk menjadikan kota ini sebagai kota global, namun tantangannya tidaklah mudah. Koordinator Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta, Firdaus Ali, mengakui bahwa Jakarta saat ini menghadapi berbagai masalah, terutama terkait dengan emisi. Ia menekankan pentingnya menjaga emisi agar tetap stabil karena dapat berdampak langsung pada iklim investasi. Dalam sebuah diskusi bertema “Merdeka Polusi”, Firdaus Ali mengungkapkan bahwa investasi dan nilai ekonomi Jakarta sangat dipengaruhi oleh aspek lingkungan, seperti Environmental, Social, dan Governance (ESG). Oleh karena itu, dibutuhkan kerja keras dan kolaborasi dari semua pihak, termasuk masyarakat, agar Jakarta dapat menjadi kota global yang ramah lingkungan di masa depan. Selain itu, Jakarta juga menghadapi kerentanan terhadap krisis iklim dan air, dimana curah hujan dan kenaikan air laut diperkirakan akan semakin tinggi. Firdaus menegaskan perlunya kolaborasi dalam menerapkan kebijakan yang mendukung upaya pengurangan emisi, termasuk meningkatkan transportasi publik dan e-parking. Dengan demikian, dukungan penuh dari semua pihak menjadi kunci keberhasilan Jakarta dalam menjalani transformasi menjadi kota global yang berkelanjutan.
Angkat Derajat Jakarta sebagai Kota Global: PR Besar Pemprov DKI





