Aplikasi Iblis: Cinta Arya Berujung Teror Oktober 2026

by -126 Views

Film horor Aplikasi Iblis akan mulai diputar di bioskop Indonesia pada 15 Oktober 2026. Film produksi NIH Pictures ini menempatkan sebuah aplikasi ponsel sebagai pintu masuk menuju kisah cinta, kehilangan, misteri, dan teror.

Film tersebut disutradarai Dimas Anggara, yang untuk pertama kalinya menggarap film horor. Ia memadukan unsur teror dan misteri dengan aksi serta drama romansa yang berpusat pada hubungan Arya dan Laras.

Cinta Arya dan Laras Berujung Misteri

Junior Roberts memerankan Arya, sedangkan tokoh Laras dimainkan Dosma Hazenbosch. Dalam cerita, Laras meninggal dunia setelah menjadi korban perampokan. Kepergian itu membuat Arya larut dalam duka dan berusaha kembali terhubung dengan kekasihnya melalui sebuah aplikasi misterius.

Menurut Dimas, rasa cinta dan kehilangan dapat membuat seseorang berada dalam kondisi yang mudah dimanipulasi. Gagasan tersebut menjadi salah satu pijakan utama dalam membangun perjalanan karakter Arya setelah tragedi yang menimpa Laras.

“Saya mencoba mengeksplorasi genre horor dengan teror, misteri, action, dengan balutan cerita drama yang hadir lewat kisah romansa Arya dan Laras,” kata Dimas dalam siaran pers NIH Pictures di Jakarta, Rabu (16/9/2026).

Perjalanan Arya tidak hanya menuntut kemampuan untuk menghadapi teror, tetapi juga kesiapan fisik karena film ini memuat sejumlah adegan aksi. Junior Roberts mengatakan, perannya mengharuskannya menampilkan kesedihan sekaligus menjalani adegan-adegan yang meneror.

“Karakter Arya membuat aku harus siap fisik untuk action-nya, selain menjiwai kesedihannya, dan banyak adegan yang meneror,” ujar Junior.

Horor dengan Isu Keamanan Perempuan

Bagi Dosma, musibah yang dialami Laras juga berkaitan dengan situasi yang dihadapi perempuan pekerja yang pulang pada malam hari. Ia menilai kisah tersebut menggambarkan risiko ketika lingkungan belum sepenuhnya aman bagi mereka yang harus beraktivitas hingga larut.

“Ada banyak pekerja perempuan yang pulang malam. Dan ternyata lingkungannya masih belum aman, sampai Laras kehilangan nyawa,” kata Dosma.

Ia berharap Aplikasi Iblis tidak hanya dipandang sebagai film yang menghadirkan ketakutan. Menurut Dosma, cerita tentang Laras juga dapat menjadi pengingat mengenai keamanan perempuan dalam perjalanan pulang.

“Ini sangat miris dan ku harap juga bisa dilihat bahwa ‘Aplikasi Iblis’ bukan cuma horor yang meneror, tapi juga bisa menjadi awareness untuk kita semua,” tambahnya.

Source link