Musisi asal Banyuwangi, Arif Cithenx, memilih musik sebagai cara untuk menyuarakan keresahan terhadap kondisi sosial dan ekonomi yang dirasakan masyarakat. Lewat lagu terbaru berjudul “Mangan Turu”, ia mengemas kritik tentang kesulitan hidup, aturan pemerintah, serta dugaan korupsi dalam irama ska reggae yang ringan dan mengajak pendengar bergoyang.
Arif dikenal dengan julukan “Presiden Cah Edan”. Dalam karya terbarunya, ia menyampaikan gambaran mengenai keluhan wong cilik menggunakan lirik berbahasa Jawa yang lugas dan tanpa banyak kiasan. Lagu tersebut tidak hanya menyoroti kondisi perekonomian yang disebut sedang sulit, tetapi juga perilaku sejumlah oknum pejabat yang dianggap mengambil uang rakyat.
Kritik sosial dalam lirik berbahasa Jawa
Sejak bagian pembuka, “Mangan Turu” langsung membawa pendengar pada persoalan kehidupan sehari-hari. Arif menulis, “Urip Tansoyo Susah, Dibatesi Pemerintah, Soyo Suwe Lek Ra Betah, Iso Iso Uteke Seng Owah.” Penggalan itu menjadi pintu masuk bagi kritik terhadap tekanan hidup dan berbagai batasan yang dirasakan masyarakat.
Menurut materi lagu tersebut, keresahan Arif juga berkaitan dengan rentetan kasus korupsi, regulasi yang dinilai menyulitkan rakyat kecil, serta sikap sebagian masyarakat yang mulai apatis terhadap aturan. Semua persoalan itu disampaikan dalam gaya yang membumi, sesuai karakter Arif yang selama ini dikenal dekat dengan kehidupan masyarakat.
Kritik tersebut terdengar lebih tajam dalam bait lain yang berbunyi, “Presidene Rodok Mumet, Rakyate Di Atur Mbulet, Pejabate Akeh Sing Ruwet, Duwek Rakyat Akeh Sing Ke Tilep, Presidene Bingung Solusi, Malah Akeh Oknum Korupsi.” Lirik itu menggambarkan kegelisahan terhadap situasi pemerintahan, kerumitan aturan, serta dugaan penyelewengan uang rakyat oleh sejumlah oknum.
Dikemas ringan lewat musik ska reggae
Meski mengangkat kritik yang keras, Arif tidak menyajikannya dalam suasana muram. Aransemen ska reggae membuat lagu ini terasa lebih cair dan mudah dinikmati. Ritme yang dinamis menjadi cara Arif menyampaikan pesan bahwa persoalan hidup, termasuk utang yang menumpuk dan aturan yang dianggap memusingkan, dapat dihadapi tanpa harus kehilangan ruang untuk berekspresi.
Dengan pendekatan tersebut, “Mangan Turu” tampil sebagai kritik sosial yang dibalut humor dan hiburan. Lagu ini diarahkan untuk menemani pendengar dalam suasana santai maupun saat beraktivitas, sembari tetap membawa pesan mengenai keresahan masyarakat terhadap kondisi bangsa.
Video musik resmi “Mangan Turu” mulai tersedia di kanal YouTube @PRESIDEN CAH EDAN pada 27 Agustus 2026. Karya tersebut dapat disaksikan melalui kanal resmi Arif Cithenx, penyanyi yang kembali menggunakan musik ska reggae untuk menyuarakan kegelisahan wong cilik.


