Bahlil Ungkap Sumber Penambal Bengkak Subsidi BBM

by -35 Views

Menteri ESDM Ungkap Strategi Tutup Kebutuhan Subsidi Energi

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan pemerintah telah menyiapkan sejumlah strategi untuk menutup lonjakan kebutuhan subsidi energi. Langkah ini diambil untuk mengatasi kenaikan harga minyak dunia tanpa harus menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi.

Tambah Penerimaan dari Pendapatan Migas

Menurut Bahlil, salah satu cara untuk menambah penerimaan negara adalah melalui peningkatan pendapatan sektor migas saat harga minyak mentah Indonesia atau Indonesian Crude Price (ICP) naik. Dalam acara Energy Forum CNBC Indonesia, dia menyebutkan bahwa jika ICP mencapai US$70 per barel, maka pendapatan negara bisa mencapai US$10,8 miliar. Namun, jika ICP naik menjadi US$100 per barel, pendapatan negara dapat mencapai US$17,6 miliar. Selisih pendapatan sebesar US$7 miliar ini dapat menjadi saving bagi negara.

Dengan asumsi kurs sekitar Rp17.500 per dolar AS, tambahan penerimaan tersebut setara sekitar Rp120 triliun hingga Rp130 triliun. Meskipun tambahan penerimaan ini dapat menutup separuh kebutuhan tambahan subsidi energi, pemerintah tetap mencari sumber pendapatan lain.

Penyesuaian Royalti Sebagai Upaya Tambahan

Salah satu langkah yang diambil adalah dengan menyesuaikan royalti sejumlah komoditas mineral dan batu bara. Bahlil menyebutkan bahwa dengan menaikkan royalti dari nikel dan batu bara serta komoditas lainnya, penerimaan negara dapat bertambah sekitar Rp30 triliun hingga Rp35 triliun. Total tambahan penerimaan dari sektor ESDM untuk menutup kebutuhan subsidi yang meningkat akibat tidak naiknya harga BBM mencapai Rp160 triliun. Sisanya, akan dilakukan efisiensi dari sumber lain.

Langkah-langkah yang diambil pemerintah ini diharapkan dapat menjadi solusi dalam mengelola subsidi BBM tanpa harus memberatkan masyarakat dengan kenaikan harga.

Source link