Bak NATO: Arab Saudi Aliansi Pertahanan Baru

by -56 Views

Arab Saudi Resmi Bentuk Koalisi Pertahanan Maritim Multinasional

Pada tanggal 16 Agustus 2026, Arab Saudi secara resmi meluncurkan koalisi pertahanan maritim multinasional untuk mengamankan pelayaran di Laut Merah dan Teluk Aden. Keputusan ini diambil di tengah meningkatnya ketegangan dengan kelompok Houthi di Yaman yang mengancam jalur perdagangan dan ekspor minyak Saudi.

Menurut RT, Kementerian Pertahanan Arab Saudi pada Kamis mengumumkan bahwa 13 negara telah menyelesaikan prosedur untuk secara resmi bergabung dalam koalisi tersebut. Sementara itu, 15 negara lainnya telah menandatangani pernyataan bersama terkait pembentukan aliansi ini.

Focus Koalisi pada Koordinasi Intelijen dan Operasi Maritim

Arab Saudi yang merupakan inisiator koalisi ini akan menyediakan komandan pertama, sementara Pakistan diperkirakan akan menunjuk wakil komandan. Koalisi ini akan fokus pada koordinasi pertukaran intelijen, latihan bersama, serta operasi maritim untuk melindungi kapal-kapal komersial yang melintasi Laut Merah dan Teluk Aden.

Pengumuman pembentukan koalisi ini menjadi respons atas eskalasi tajam antara pasukan yang didukung Saudi di Yaman dan kelompok Houthi yang bersekutu dengan Iran. Konfrontasi ini mengalami peningkatan sejak bulan Juli, khususnya terkait perselisihan mengenai penerbangan langsung antara Sanaa yang dikuasai Houthi dan Teheran.

Ancaman Terhadap Pasokan Minyak Saudi

Konflik ini mengancam jalur keluar penting bagi pasokan minyak Saudi melalui Laut Merah, terlebih dalam konteks konflik AS-Iran dan gangguan terhadap pelayaran melalui Selat Hormuz. Saudi Aramco sebagai perusahaan minyak terkemuka telah mengalihkan jalur pengiriman minyak mentah untuk menghindari jalur Selat Hormuz dengan menggunakn pipa lintas negara menuju pelabuhan Yanbu di Laut Merah. Volume pemuatan di pelabuhan Yanbu mencapai lebih dari empat juta barel per hari sejak bulan Juni.

Gangguan terhadap pelayaran di Laut Merah menjadi ancaman serius bagi ekspor minyak dan produk minyak bumi Arab Saudi yang mencakup lebih dari tiga perempat total ekspornya. Maka dari itu, keberadaan koalisi pertahanan maritim multinasional ini diharapkan dapat mengamankan jalur ekspor alternatif yang sangat penting bagi perekonomian Saudi.

Source link