Banjir Bandang akibat Hujan dan Badai Tewaskan 70 Orang

by -43 Views

Hujan deras dan badai yang melanda India serta Nepal telah menewaskan sedikitnya 70 orang. Di India, 56 orang meninggal dunia dan 46 lainnya terluka. Sementara di Nepal, 14 orang tewas dan 11 masih dinyatakan hilang. Bencana tersebut memicu banjir, banjir bandang, serta longsor di sejumlah wilayah kedua negara.

India Catat Curah Hujan Jauh di Atas Normal

Di negara bagian Uttar Pradesh, India utara, curah hujan yang tercatat sejak 25 September hingga pagi 27 September mencapai 66,5 milimeter. Angka itu hampir sembilan kali lebih tinggi dibandingkan curah hujan normal pada periode yang sama, yakni sekitar 7,6 milimeter.

Komisaris Penanggulangan Bencana Uttar Pradesh Hrishikesh Bhaskar Yashod mengatakan hujan tersebut menyebabkan lebih dari 1.000 rumah rusak. Tim penyelamat dikerahkan ke berbagai daerah yang terendam untuk mengevakuasi warga dan menyalurkan bantuan.

Pemerintah juga memerintahkan pejabat terkait mendata kerusakan pada lahan pertanian. Pendataan itu menjadi dasar untuk menyiapkan kompensasi bagi petani yang terdampak.

Situasi sungai di India turut memburuk. Central Water Commission melaporkan 30 stasiun pemantauan yang tersebar di tujuh negara bagian berada dalam “situasi parah”. Sejumlah sungai besar, termasuk Gangga, Gandak, Kosi, Bagmati, dan Narmada, telah melampaui level bahaya.

Risiko Banjir Bandang Meluas di Nepal

Di Nepal, otoritas memperingatkan bahwa ancaman banjir bandang masih dapat terjadi karena permukaan air sungai terus meningkat. Peringatan telah diberlakukan di 49 dari total 77 distrik. Lebih dari separuh wilayah negara itu kini menghadapi risiko tinggi banjir atau banjir bandang.

Juru bicara National Disaster Risk Reduction and Management Authority Nepal, Shanti Mahat, meminta kewaspadaan ditingkatkan di Rasuwa dan Nuwakot. Kedua wilayah tersebut sebelumnya dilanda banjir mematikan pada bulan lalu yang menewaskan lebih dari 1.450 orang dan menyebabkan ribuan lainnya masih hilang. Namun, Mahat mengatakan Rasuwa dan Nuwakot saat ini belum masuk kategori wilayah berisiko tinggi.

Bencana juga mengganggu infrastruktur penting. Kementerian Energi Nepal menyatakan aliran listrik sepenuhnya terputus di distrik Manang, Mustang, Myagdi, dan Baglung. Otoritas setempat sedang berupaya memulihkan jaringan listrik di kawasan terdampak.

Banjir Sungai Rahuganga merusak struktur dan menara saluran transmisi proyek pembangkit listrik tenaga air berkapasitas 40 megawatt. Kerusakan itu disampaikan Menteri Sumber Daya Air dan Energi Nepal Biraj Bhakta Shrestha.

Gangguan juga terjadi pada layanan telekomunikasi. Menteri Komunikasi Bikram Timilsinha mengatakan kerusakan serat optik dan terputusnya pasokan listrik menjadi penyebab terganggunya jaringan komunikasi di sejumlah wilayah.

Sepuluh Pekerja Hilang di Base Camp Himlung Himal

Dalam insiden terpisah, 10 pekerja lokal dilaporkan hilang setelah longsoran salju menimbun base camp Gunung Himlung Himal di Distrik Manang, Nepal utara. Gunung tersebut memiliki ketinggian 7.126 meter.

Para pekerja sedang mendirikan tenda untuk pendaki asing ketika longsoran terjadi. Tidak ada pendaki asing di lokasi saat longsoran salju menerjang.

Source link