Harga Bitcoin Menguat Setelah Komentar Warsh
Setelah komentar dari Warsh, harga Bitcoin sempat menguat meskipun kondisi pasar belum sepenuhnya mendukung. Imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor lima tahun naik menjadi 4,22%, menunjukkan bahwa investor meminta kompensasi yang lebih tinggi. Hal ini membuat obligasi dengan imbal hasil tinggi menjadi alternatif investasi yang lebih menarik daripada aset tanpa bunga atau dividen, seperti Bitcoin.
Kondisi Pasar dan Tantangan Bagi Bitcoin
Saat harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) turun ke level terendah dalam empat bulan terakhir, pelaku pasar masih menantikan arah kebijakan moneter The Fed seiring perkembangan inflasi. Berdasarkan alat pemantau CME FedWatch, peluang kenaikan suku bunga oleh The Fed pada bulan September mencapai 64%. Sebulan sebelumnya, probabilitas tersebut hanya sekitar 23%.
Dolar AS juga menguat terhadap sejumlah mata uang utama dunia, yang biasanya memberikan tekanan terhadap aset yang diperdagangkan dalam denominasi dolar, termasuk emas dan Bitcoin. Dalam dua bulan terakhir, harga emas bahkan turun sekitar 12%, sedangkan indeks dolar AS (DXY) terus menguat.
Situasi pasar saat ini menciptakan tantangan bagi Bitcoin, dimana aset kripto ini harus bersaing dengan obligasi pemerintah AS yang menawarkan imbal hasil tinggi, serta tekanan dari penguatan dolar AS dan penurunan harga emas.
Kontrak Berjangka dan Proyeksi Kebijakan Moneter
Dengan kontrak berjangka obligasi pemerintah AS memperlihatkan peluang kenaikan suku bunga oleh The Fed pada bulan September, pasar terus memantau proyeksi kebijakan moneter. Kondisi ini juga dipengaruhi oleh penguatan dolar AS terhadap mata uang lainnya, yang secara tidak langsung memengaruhi aset-aset berdenominasi dolar.
Konteks global yang terus berubah dan prospek inflasi yang belum pasti menciptakan ketidakpastian di pasar keuangan, termasuk dalam hal harga Bitcoin dan aset-aset kripto lainnya. Bagaimanapun, Bitcoin tetap menjadi subjek spekulasi dan perhatian investor di tengah dinamika pasar yang beragam.
Sumber: Source link





