Bitcoin vs Emas: Mana yang Akan Lebih Berharga di Masa Depan?

by -29 Views

Pendiri Binance, Changpeng Zhao, meyakini bahwa Bitcoin akan menjadi aset yang lebih bernilai daripada emas di masa depan. Meskipun kapitalisasi pasar emas saat ini masih jauh lebih besar dari Bitcoin, Zhao melihat potensi pergeseran ini terjadi seiring perubahan landscape aset digital secara global.

Potensi Bitcoin Mendepak Emas

Menurut Zhao, saat ini kapitalisasi pasar emas sekitar 10 kali lipat dari Bitcoin. Namun, dengan semakin banyaknya aset digital yang menjadi bagian dari cadangan strategis suatu negara, ia memperkirakan bahwa alokasi cadangan pemerintah akan beralih ke arah aset digital seperti Bitcoin, Ethereum, dan BNB. Bahkan, Zhao meyakini bahwa Bitcoin bisa menyumbang lebih dari 50% dalam kepemilikan aset kripto strategis suatu negara.

Tantangan Pergerakan Harga Bitcoin

Meskipun potensi Bitcoin sebagai aset berharga terus berkembang, pergerakan harga Bitcoin masih dihadapkan pada tantangan. Menurut data Coin Metrics, Bitcoin dapat saja ditutup di bawah level US$ 65.000 pada 18 Agustus lalu, meskipun sempat mencapai US$ 79.000 pada 28 Agustus. Namun, harga Bitcoin saat itu masih jauh dari harga tertinggi pada Oktober 2025 yang mencapai US$ 126.000.

Namun, dalam laporan CryptoQuant tanggal 25 Agustus, disebutkan bahwa Bitcoin berpotensi memasuki fase pasar bullish baru. Indikator Bull Score CryptoQuant meningkat menjadi 80 dari sebelumnya 30, menunjukkan potensi pergerakan harga Bitcoin yang menggembirakan. Konfirmasi tren bullish ini dianggap semakin kuat jika Bitcoin mampu mencatatkan penutupan harian di atas rata-rata pergerakan 365 hari, yang berada di kisaran US$ 83.000.

Bull market merupakan periode di mana harga aset cenderung naik dan sentimen pasar lebih optimis. Hal ini memberikan peluang bagi para investor, terutama bagi para pemula, untuk memanfaatkan kondisi pasar yang positif.

Source link