Bursa kripto Bitget sedang menyelidiki pelanggaran keamanan yang menyebabkan aset digital senilai sekitar US$351,6 juta atau Rp6,29 triliun terdampak. Berdasarkan bukti awal, perusahaan menduga serangan tersebut mungkin berkaitan dengan peretas asal Korea Utara.
Dugaan itu muncul setelah penyelidik menemukan alamat protokol internet (IP) yang terhubung dengan layanan jaringan privat virtual (VPN) yang sebelumnya pernah digunakan kelompok peretas Korea Utara. CEO Bitget Gracy Chen mengatakan pola serangan tersebut juga memiliki kemiripan dengan operasi siber yang sebelumnya dikaitkan dengan negara itu.
19 transfer tidak sah dari hot wallet dan warm wallet
Mengutip CNBC, Jumat (25/9/2026), Chen menyebut Bitget mendeteksi transfer tidak sah pada Kamis sore waktu Amerika Serikat. Sebanyak 19 transfer melibatkan bagian dari infrastruktur hot wallet dan warm wallet milik bursa tersebut.
Hot wallet dan warm wallet merupakan bagian dari infrastruktur penyimpanan yang terhubung dengan kebutuhan transaksi. Sementara itu, cold wallet Bitget disebut tetap aman dalam insiden tersebut.
Aset yang terdampak mencakup Ether, XRP, USDT, USDC, Avalanche, dan BNB. Transaksi terkait berlangsung di sejumlah jaringan blockchain, yakni Ethereum, XRP Ledger, Avalanche, BNB Smart Chain, dan Arbitrum.
Data awal yang ditelusuri secara on-chain memperkirakan aset yang telah keluar mencapai sekitar US$183 juta atau Rp3,27 triliun, dengan asumsi nilai tukar dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran Rp17.890 per dolar. Namun, Bitget menyatakan angka tersebut belum mencakup aktivitas pada seluruh jaringan blockchain yang terdampak.
Sistem backend dompet dimanipulasi
Tim keamanan Bitget menemukan bahwa penyerang berhasil menerobos sistem backend yang berperan penting dalam pengelolaan dompet. Sistem itu kemudian digunakan untuk memanipulasi informasi transfer dan memicu proses penandatanganan otorisasi Bitget.
Chen mengatakan metode intrusi yang digunakan untuk menyusup ke sistem bursa masih menjalani penyelidikan teknis. Karena proses analisis belum selesai, hubungan serangan dengan kelompok tertentu juga masih berupa dugaan berdasarkan bukti awal, termasuk pola operasi dan jejak alamat IP yang ditemukan.
Bitget menyatakan pelanggaran tersebut telah berhasil ditangani. Menurut Chen, langkah itu mencegah keluarnya aset tambahan secara tidak sah dari sistem bursa.
“Kemungkinan adanya kompromi pada kunci privat (private key) telah dikesampingkan,” ujar Chen. Ia juga menegaskan, penyelidikan masih berlangsung untuk memastikan metode serangan serta menghitung dampak pada seluruh jaringan yang terlibat.





