Oscar Piastri mengakui peluangnya untuk menantang George Russell dalam balapan Formula 1 Grand Prix Azerbaijan hampir tidak realistis. Pembalap McLaren itu akan memulai lomba dari posisi ketiga, tetapi terpaut 0,838 detik dari Russell yang merebut pole position bersama Mercedes.
Jarak tersebut kontras dengan persaingan Piastri melawan Charles Leclerc. Dalam sesi Q3, pembalap Australia itu hanya kalah 0,001 detik dari Leclerc. Namun, kecepatan Russell berada di level berbeda sehingga Piastri memilih menjawab dengan nada bercanda ketika ditanya apakah dirinya bisa menekan pembalap Mercedes tersebut saat balapan.
“Kalau dia punya tow bar yang bisa saya kaitkan ke bagian belakang mobilnya, mungkin,” ujar Piastri sambil tersenyum. “Tapi ya, kita lihat saja apa yang bisa kami lakukan.”
Akhir pekan sulit bagi McLaren
Hasil kualifikasi itu menjadi kejutan bagi McLaren. Sepanjang sesi latihan, Piastri tidak pernah finis lebih tinggi dari posisi keenam. Mobil McLaren juga tidak terlihat kompetitif, terutama karena karakter lintasan Baku dinilai kurang cocok dengan mobil tim asal Woking tersebut.
Situasi McLaren bahkan sempat lebih rumit pada Jumat pagi. Piastri mengalami masalah pada rem yang memicu getaran. Untuk mengatasinya dan menjaga mobil tetap bisa turun ke lintasan, tim menggunakan cara yang tidak biasa dengan mengikat sejumlah bagian memakai cable tie agar tidak kehilangan waktu di trek.
“Ini jelas bukan akhir pekan yang mudah, dari beberapa aspek. Kami tidak terlalu cepat. Kami juga menjalankan mobil dengan cable tie pada Jumat, yang tidak pernah menjadi pertanda bagus. Jadi, ini sedikit menyulitkan kami,” kata Piastri.
Performa McLaren membaik ketika kualifikasi berlangsung. Piastri bahkan sempat berada di posisi pertama setelah putaran awal Q3, sebelum Russell menunjukkan kecepatan yang jauh lebih unggul. Piastri menyebut timnya memang beberapa kali mengalami pola serupa pada musim ini: kesulitan dalam latihan, lalu menemukan tambahan performa ketika kualifikasi.
“Saya cukup terkejut melihat kami berada di posisi 1-2 setelah lap pertama Q3, tetapi sayangnya kami tidak punya harapan melawan George,” ujarnya.
Ancaman dari Mercedes dan Antonelli
Russell bukan satu-satunya pembalap Mercedes yang berpotensi mengganggu posisi Piastri. Rekan setimnya, Kimi Antonelli, gagal melanjutkan kualifikasi setelah mengalami kecelakaan pada Q1. Mengingat Baku merupakan lintasan yang relatif memungkinkan terjadinya aksi salip-menyalip, Antonelli masih berpeluang mengejar Piastri dalam balapan.
Piastri tetap menilai McLaren dapat bersaing dengan kelompok pembalap di belakang Russell. Ia mengatakan Mercedes terlihat sangat cepat, sedangkan tim-tim lain berada dalam kelompok performa yang cukup berdekatan. Menurutnya, kecepatan balapan McLaren pada hari sebelumnya juga memberikan alasan untuk tetap optimistis.
“Saya pikir kami bisa bertahan dan bertarung di kelompok di belakang George, lalu melihat pada lap berapa Kimi mulai menembus barisan,” kata Piastri.
Rekan setim Piastri, Lando Norris, akan memulai balapan dari posisi kelima.





