Rancangan aturan baru mengenai aset dan pasar kripto yang diajukan Commodity Futures Trading Commission (CFTC) kini memasuki tahap peninjauan di pemerintahan Amerika Serikat. Dokumen tersebut telah diserahkan kepada Office of Information and Regulatory Affairs (OIRA), divisi di bawah Office of Management and Budget (OMB) yang menilai peraturan federal sebelum diterbitkan.
Pengajuan itu dilakukan pada Kamis pekan ini, atau 17 September 2026, menurut laporan The Block yang dikutip pada Sabtu (19/9/2026). Usulan tersebut bernama Regulation Crypto Asset Transactions and Regulation Crypto Asset Markets, yang dapat diterjemahkan sebagai aturan mengenai transaksi aset kripto dan pasar aset kripto.
Rancangan aturan masuk tahap peninjauan
Masuknya rancangan itu ke OIRA belum berarti aturan telah berlaku. Dokumen masih harus melalui proses peninjauan sebelum dapat diterbitkan sebagai regulasi. CFTC tidak memberikan komentar mengenai isi maupun rincian usulan tersebut.
Langkah CFTC muncul ketika upaya membentuk kerangka hukum federal yang lebih menyeluruh untuk industri aset digital menghadapi hambatan di Kongres. Clarity Act, rancangan undang-undang yang dirancang untuk mengatur industri aset digital secara komprehensif di tingkat federal untuk pertama kalinya, gagal melewati pemungutan suara prosedural di Senat pada Selasa.
Kegagalan itu membuat sejumlah lembaga federal tetap bergerak melalui kewenangan dan kebijakan masing-masing. Dengan begitu, pengaturan sektor kripto tidak hanya bergantung pada pengesahan undang-undang baru di Kongres, tetapi juga berlangsung melalui langkah terpisah dari lembaga seperti CFTC dan Securities and Exchange Commission (SEC).
Kontroversi etika dan kebijakan SEC
Para negosiator utama dari Partai Demokrat menyatakan kekhawatiran mengenai etika sebagai alasan penting penolakan mereka terhadap Clarity Act. Kekayaan kripto Presiden Donald Trump, yang kini diperkirakan bernilai ratusan juta dolar AS, menjadi salah satu sumber persoalan yang disorot pembuat undang-undang.
Kekayaan tersebut dikaitkan dengan World Liberty Financial, usaha yang dijalankan oleh putra-putra Trump, serta memecoin milik Trump. Kondisi itu memunculkan pertanyaan di kalangan legislator mengenai seberapa besar pengaruh Trump dalam penyusunan aturan kripto selama pemerintahannya.
Pada hari yang sama ketika CFTC menyerahkan rancangan aturannya, SEC juga mengumumkan kebijakan “pengecualian inovasi” yang telah lama dinantikan. Kebijakan itu dimaksudkan untuk membuka jalan bagi perdagangan saham yang ditokenisasi secara on-chain.
CFTC pada Kamis turut menerbitkan kebijakan “posisi tanpa tindakan” atau no-action position bagi pengembang perangkat lunak. Lembaga tersebut menyatakan tidak akan merekomendasikan penegakan hukum terhadap pengembang yang tidak mendaftar sebagai introducing broker atau perantara perdagangan, selama mereka memenuhi sejumlah kondisi yang ditetapkan.





