Kelemahan Coldcard: Dana Lebih dari 1.000 Bitcoin Dikuras!
Sebuah temuan mengejutkan datang dari Galaxy Research pada Jumat, yang mengungkapkan bahwa dana yang bernilai lebih dari 1.000 Bitcoin (BTC) senilai sekitar US$70 juta atau sekitar Rp1,26 triliun telah dicuri dari hampir 1.200 alamat. Hal ini terjadi dalam transaksi yang terkait dengan kerentanan pada dompet perangkat keras Coldcard.
Meskipun bukan pertama kalinya terdapat kasus kebocoran pada dompet kripto, namun kasus ini cukup menonjol karena besarnya jumlah Bitcoin yang berhasil dicuri dalam waktu singkat.
Terkait dengan Coldcard
Coinkite, produsen perangkat keras kripto Coldcard, telah memberikan peringatan kepada pengguna terkait masalah yang terjadi pada perangkat mereka. Seed atau frasa pemulihan yang digunakan pada perangkat Coldcard Mk3 versi 4.0.1 (Maret 2021) atau update setelahnya diyakini rentan dan dapat memunculkan risiko keamanan bagi pengguna.
Langkah pencegahan pun diambil dengan merilis pembaruan firmware darurat untuk semua model Coldcard yang rentan terhadap serangan. Namun, kasus ini tetap menjadi pelajaran berharga bagi industri kripto terkait dengan keamanan dalam penggunaan dompet perangkat keras.
Respons dari CEO Coinkite
CEO Coinkite, Rodolfo Novak atau NVK, secara terbuka meminta maaf atas insiden ini. Ia menegaskan bahwa perusahaan bertanggung jawab penuh atas kebocoran dana yang terjadi akibat bug pada firmware Coldcard. Novak juga menyoroti pentingnya kecerdasan buatan (AI) dalam mendeteksi bug seperti ini, mengingat kecepatan dan ketepatan dalam menemukan celah keamanan yang mungkin tidak terdeteksi oleh pakar keamanan manusia.
Galaxy Research pun turut angkat bicara dengan membagikan temuan mereka terkait aliran dana yang terkait dengan kerentanan Coldcard. Data-data yang dipublikasikan memberikan gambaran jelas mengenai skala kerugian akibat kerentanan pada dompet perangkat keras tersebut.





