David Coulthard Warns F1 Innovation at Risk from FIA Intervention

by -49 Views

David Coulthard Peringatkan FIA Soal Regulasi Inovasi Teknis di F1

Mantan pembalap Formula 1, David Coulthard, mengingatkan FIA untuk tidak mengatur inovasi teknis di kejuaraan tersebut, karena melarang perkembangan teknik unik dapat merusak DNA inti F1.

Pada podcast Up To Speed bersama dengan broadcaster Will Buxton dan mantan pembalap W Series dan analis Sky Sports, Naomi Schiff, pemenang grand prix sebanyak 13 kali tersebut membahas spoiler belakang fleksibel yang diperkenalkan oleh beberapa tim musim ini.

David Coulthard melihat perlunya FIA untuk campur tangan ketika perkembangan aerodinamika yang kompleks menghadirkan risiko keselamatan yang nyata. Namun, dia juga menekankan bahwa memanfaatkan peraturan adalah aspek fundamental dari F1 yang selalu menjadi daya tarik penggemar.

Menjaga Ruang bagi Inovasi di F1

Coulthard menjelaskan, “Inovasi yang membuat kita bersemangat dan membicarakannya adalah bagian dari kesenangan Formula 1 dan membuatnya berbeda dari kejuaraan lain di mana ada lebih sedikit ruang untuk menemukan solusi-solusi tersebut.”

“Dan seperti yang pernah saya katakan sebelumnya, Adrian Newey, desainer terkenal, selalu mengatakan bahwa dia membaca peraturan bukan untuk melihat apa yang mereka katakan, tetapi untuk melihat apa yang tidak mereka katakan. Dan dia mencoba merancang di area-area tersebut. Jadi semoga kita tidak kehilangan itu sepenuhnya.”

Walaupun membela pendapatnya, Coulthard sadar bahwa FIA harus turun tangan ketika perkembangan aerodinamika kompleks menimbulkan risiko keselamatan yang nyata.

David Coulthard menegaskan, “Namun, jika sesuatu akan dikembangkan secara luas oleh semua tim, dan mungkin itu sedikit lebih rumit, terutama dalam hal yang krusial seperti sebuah bagian aerodinamis, saya pikir FIA, atas dasar keselamatan, dapat menyederhanakan regulasi dan menjelaskan bahwa yang bisa Anda lakukan hanyalah membuka flap daripada membalikkan seluruh spoiler terbalik.”

“Jadi, menurut saya berdasarkan pertimbangan tersebut, itu masuk akal, tetapi menghentikan segala sesuatu yang berbeda akan menjadi sebuah kesalahan.”

Source link