Dawai Cempluk: Alat Musik Petik Inovatif dari Malang
Alat musik petik karya warga Kampung Cempluk, Dau, Kabupaten Malang, yang dikenal sebagai Dawai Cempluk berhasil mencuri perhatian dunia setelah diperkenalkan dalam forum akademik di Milan, Italia.
Kolaborasi antara Fakultas Vokasi Universitas Brawijaya dengan mahasiswa pascasarjana Universitas Bicocca, Milan, telah menghasilkan suatu inovasi yang menggabungkan kearifan lokal dengan kecanggihan akademik.
Asal Usul Dawai Cempluk
Dawai Cempluk merupakan kreativitas dari Pak Budi Ayin, seorang warga Kampung Cempluk, yang melihat potensi dalam limbah kayu konstruksi. Dengan dedikasi dan talentanya, Pak Budi mampu menciptakan instrumen musik petik yang estetis dari bahan-bahan sederhana.
Gotong Royong dalam Karya
Proyek ini menunjukkan semangat gotong royong, dimana berbagai elemen masyarakat terlibat dalam pembuatan Dawai Cempluk. Mulai dari Pak Budi Ayin sebagai pembuat, warga lokal lain yang membantu, hingga konseptualisasi identitas sosiologis dari para akademisi terlibat.
Keberhasilan ini juga merupakan bukti dari dukungan penuh Rektor Universitas Brawijaya dan Dekan Fakultas Vokasi UB yang siap memfasilitasi agar potensi lokal dapat bersinar di kancah global.
Dawai Cempluk juga diusulkan sebagai bagian dari program ekonomi kreatif Malang, menunjukkan bahwa inovasi dari bahan sederhana dapat memiliki dampak yang luas dalam dialog kebudayaan dunia.



