Duta Besar Uni Eropa (EU) untuk Indonesia, Denis Chaibi, menegaskan komitmennya dalam memperkuat kerja sama antara Indonesia dan Uni Eropa melalui perjanjian dagang IEU-CEPA. Chaibi menjawab berbagai kebijakan Uni Eropa yang berkaitan dengan isu lingkungan dan HAM, seperti EUDR, dengan menyatakan bahwa tujuannya bukan untuk menciptakan hambatan perdagangan, tetapi untuk memastikan pertumbuhan ekonomi yang adil, berkelanjutan, dan inklusif.
Meskipun ada inisiatif dari Uni Eropa yang terkadang memiliki dampak negatif bagi pertumbuhan Indonesia, namun untuk mengatasi masalah tersebut UE mendorong dialog, termasuk dalam hal minyak sawit asal Indonesia dan Malaysia dengan membentuk Gugus Tugas untuk mengevaluasi kebijakan tersebut. Selama 3 tahun terakhir, Uni Eropa telah meluncurkan program dan alokasi dana guna mengatasi masalah sensitif terkait CPO, untuk memastikan bahwa petani dan ekonomi Indonesia dapat memenuhi standar yang diperlukan demi meningkatkan daya saing dengan UE.
Untuk mengetahui lebih lanjut tentang penjelasan Duta Besar Uni Eropa terkait isu dan kebijakan Uni Eropa yang dapat mempengaruhi mitra dagangnya seperti Indonesia, saksikan dialog antara Safrina Nasution dengan Denis Chaibi dalam program Profit di CNBC Indonesia.





