ETF Bitcoin Catat Arus Keluar Rekor Tertinggi dalam Sejarah

by -20 Views

Bitcoin Memasuki Bulan Juni 2026 dengan Ketidakpastian

Bitcoin memasuki bulan Juni 2026 dengan kondisi yang belum benar-benar meyakinkan. Setelah gagal mempertahankan penguatan pada bulan Mei, aset kripto terbesar di dunia ini menghadapi tekanan dari berbagai aspek, mulai dari analisis teknikal, arus dana institusional, hingga data on-chain yang menunjukkan penurunan permintaan pasar.

Menurut Coinmarketcap, Bitcoin diperdagangkan pada kisaran USD 72.702 pada awal Juni, mengalami penurunan sekitar USD 9.300 dari puncak harga Mei yang mendekati USD 82.000. Penurunan ini membuat investor bertanya-tanya apakah level dukungan penting di USD 72.650 dapat bertahan, atau malah menjadi awal dari pelemahan lebih lanjut.

Gagal Tembus Rata-Rata Pergerakan 200 Hari

Salah satu hal yang menjadi sorotan utama analis adalah kegagalan Bitcoin untuk menembus dan bertahan di atas rata-rata pergerakan 200 hari atau 200-day Simple Moving Average (SMA).

Rata-rata ini selama beberapa bulan terakhir dianggap sebagai level penting yang memisahkan antara skenario bullish dan potensi pola bearish. Sepanjang Mei, Bitcoin berulang kali mencoba menembus area USD 82.000 yang berdekatan dengan SMA 200 hari, namun selalu direspons dengan penolakan dari pasar.

Tekanan jual semakin meningkat setiap kali Bitcoin gagal menembus resistensi tersebut, sementara minat beli semakin menurun. Pola ini mengingatkan banyak analis pada pergerakan Bitcoin di tahun 2022, di mana aset tersebut mengalami penolakan berkali-kali sebelum akhirnya mengalami penurunan tajam.

Sejak ditolak di area puncak Mei, Bitcoin terus melemah dan belum menunjukkan tanda-tanda pembalikan tren yang kuat.

Source link