McCormick menyatakan bahwa perusahaan tidak akan terburu-buru meluncurkan layanan di New York selama pemerintahan Biden. Ia menekankan pentingnya waktu yang tepat untuk berinvestasi dan berkembang di dunia kripto di Amerika Serikat. Meskipun memiliki lisensi yang sesuai, perusahaan lebih fokus pada penawaran umum perdana (IPO) tahun lalu. McCormick mengungkapkan bahwa mereka memiliki hubungan yang positif dengan Departemen Layanan Keuangan New York, yang sangat teliti dan detail dalam pengawasan perusahaan kripto. Selain New York, negara bagian AS lainnya juga meningkatkan pengawasan terhadap bisnis kripto. McCormick juga menambahkan bahwa perusahaannya tidak menawarkan layanan kripto di Hawaii dan Nevada.
Hal ini menjadikan McCormick berharap agar Rancangan Undang-Undang Clarity DPR AS dapat disahkan. Undang-undang ini akan memberikan pedoman yang lebih jelas terkait pasar kripto di tingkat federal dan melibatkan peran pengawasan khusus dari Komisi Sekuritas dan Bursa (SEC) dan Komisi Perdagangan Berjangka Komoditas (CFTC). Namun, proses persetujuan undang-undang tersebut terhambat di Capitol Hill karena perdebatan detail di antara anggota parlemen dan pelobi.
Meskipun demikian, McCormick menyatakan preferensinya terhadap adopsi undang-undang dengan nilai B-plus daripada tidak ada sama sekali. Saat ini, kerangka kerja regulasi kripto di Amerika Serikat masih terdiri dari berbagai standar di 50 negara bagian yang berbeda, serta undang-undang yang dapat berubah seiring perubahan politik. Oleh karena itu, peraturan yang lebih jelas dan konsisten di tingkat federal diharapkan dapat memperbaiki iklim investasi kripto di negara tersebut.
Sebagai penutup, pembaca disarankan untuk melakukan riset dan analisis sebelum melakukan transaksi jual-beli kripto. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keputusan investasi yang diambil dan peringatan tentang risiko keuntungan dan kerugian yang mungkin terjadi.





