Fe Buka Perjalanan Musik Lewat Single “Selamat Datang”

by -45 Views

Fenny Noviarma, yang dikenal dengan nama panggung Fe, membuka perjalanan musiknya melalui debut single berjudul “Selamat Datang”. Lagu pop berbahasa Indonesia itu mengangkat gagasan bahwa hidup tidak selalu harus selesai terlebih dahulu agar dapat diterima.

Melalui karya perdananya, Fe mengajak pendengar melihat kembali fase-fase yang kerap sulit dijelaskan: dipaksa tumbuh dalam keadaan yang tidak ideal, mengalami patah hati, kehilangan arah, hingga menjalani perjuangan yang tidak terlihat oleh orang lain. Lagu tersebut tidak menawarkan jawaban atas semua persoalan, melainkan ruang untuk bertahan dan berdamai dengan hal-hal yang masih belum selesai.

Berangkat dari Catatan Pribadi

“Selamat Datang” bermula dari catatan diary pribadi Fe. Catatan itu kemudian diterjemahkan menjadi lirik oleh Johannes Febrianto Elyas. Salah satu penggalan yang menjadi inti pesan lagu tersebut berbunyi, “Selamat datang di sisa masa yang belum reda”.

“Lagu ini, saya ingin menunjukkan bahwa kehidupan tidak harus sepenuhnya selesai untuk bisa diterima. Justru dalam ketidakselesaian, seseorang dapat belajar melepaskan beban dan berdamai dengan dirinya sendiri,” ujar Fe, Jumat (2/10/2026).

Menurut Fe, tema dalam lagu tersebut sengaja disampaikan secara terbuka agar dapat ditafsirkan melalui pengalaman yang berbeda-beda. “Selamat Datang” dapat dibaca sebagai kisah seseorang yang menghadapi quarter-life crisis, perjalanan rumah tangga, perjuangan seorang ibu baru, maupun hubungan yang menjadi tempat pulang ketika kehidupan terasa kacau.

Liriknya menggambarkan proses itu melalui bahasa yang sederhana dan reflektif. “Dunia tak pernah berjalan seperti yang ku kira / Tumbuh meraba semua yang tak pernah ku lihat / Atau mungkin tak sempat melambat,” demikian salah satu bagian liriknya.

Dari Kegelapan Menuju Kelegaan

Secara musikal, lagu tersebut dibangun dengan karakter vokal yang ringan, nuansa hangat, serta aransemen yang berkembang. Setelah melewati bagian-bagian yang terasa lebih gelap, musik bergerak menuju interlude yang megah dan glorious. Perubahan itu menggambarkan momen ketika seseorang mulai menerima keadaan dan merasakan kelegaan.

Pertemuan antara luka, kehilangan, ketidakpastian, dan harapan menjadi benang merah “Selamat Datang”. Bagi Fe, badai dan pengalaman yang menyakitkan bukan sesuatu yang selalu harus disembunyikan. Semua itu dapat menjadi bagian dari proses untuk menemukan warna baru dalam kehidupan.

“Ini pembuka dalam eksplorasi musik saya,” kata Fe. Ia menyebut Yungblud, Sir Chloe, dan Nadin Amizah sebagai sejumlah musisi yang menginspirasinya. Selera musik Fe juga mencakup punk rock, ballad, classical, hingga lagu-lagu era 90-an. Keragaman tersebut masih menjadi bagian dari prosesnya dalam menemukan warna musik yang paling merepresentasikan dirinya.

Menyiapkan Langkah Berikutnya

Peralihan Fe ke dunia musik tidak berlangsung secara tiba-tiba. Perempuan yang kini merupakan ibu dari satu anak berusia satu tahun itu adalah lulusan Desain Komunikasi Visual Universitas Ciputra angkatan 2019. Sejak masa kuliah, ia telah bekerja sebagai graphic designer dan stage photographer.

Pengalaman tersebut menjadi fondasi bagi Fe dalam membangun identitas visual sekaligus pendekatan artistiknya. Keputusannya untuk mulai menciptakan musik juga mendapat dukungan penuh dari suami, yang disebutnya sebagai salah satu sumber inspirasi terbesar dalam perjalanan bermusiknya.

Dalam waktu dekat, Fe menargetkan produksi satu lagu baru. Untuk rencana yang lebih panjang, ia berharap dapat merealisasikan sebuah EP. “Kedepan semoga bisa segera terealisasi untuk EP saya,” ucapnya.

Source link